JAKARTA – Semakin banyak orang memanfaatkan chatbot berbasis AI (Artificial Intelligence) seperti ChatGPT untuk mencari informasi, menulis dokumen, atau bahkan membantu pekerjaan. Tapi tahukah Sobat Holopis? Mengirim data pribadi dan informasi sensitif ke chatbot bisa berbahaya!
Meski terkesan pintar dan serba bisa, ChatGPT bukan tempat yang aman untuk menyimpan atau memproses informasi pribadi dan rahasia, terutama jika menyangkut keuangan, pekerjaan, atau data teknis yang penting.
Data Pribadi Bukan untuk ChatGPT
Pengguna diimbau tidak pernah membagikan informasi seperti nomor kartu kredit, rekening bank, PIN, atau data identitas pribadi lainnya saat menggunakan layanan chatbot.
ChatGPT bukan platform finansial resmi, dan data yang kamu masukkan bisa berisiko disalahgunakan jika jatuh ke tangan yang salah.
Jangan Kirim Data Rahasia Kantor
Tanpa sadar, beberapa orang kadang memasukkan informasi sensitif perusahaan ke dalam ChatGPT, seperti strategi internal, file proyek, hingga isi email penting.
Hal ini sangat berisiko! Data seperti ini bisa melanggar kerahasiaan perusahaan dan peraturan perlindungan data, bahkan berpotensi menyebabkan kebocoran informasi yang serius.
Tips: Untuk urusan pekerjaan, sebaiknya hindari menggunakan chatbot sebagai tempat input data perusahaan. Gunakan hanya untuk ide atau diskusi umum.
Pengguna IT Wajib Waspada: Jangan Kirim API Key dan Kode Rahasia
Buat kamu yang bekerja di bidang teknologi, wajar kalau sering tanya soal coding ke ChatGPT. Tapi, jangan pernah kirim kode rahasia, API key, atau informasi login.
Meskipun tidak disimpan, membagikan info sensitif tetap berisiko jika tidak ditangani secara benar. Gunakan contoh kode generik saja saat meminta bantuan teknis.
Ingat, Etika dan Hukum Tetap Berlaku!
ChatGPT dirancang untuk menolak permintaan yang melanggar hukum atau etika, seperti membuat malware, nge-hack, atau menyontek.
Tapi tanggung jawab tetap di tangan pengguna. Jangan gunakan AI untuk hal-hal yang bisa merugikan diri sendiri atau orang lain.


