JAKARTA – Bencana angin kencang melanda pemukiman warga yang tersebar di dua provinsi. Dua provinsi tersebut yakni di Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Riau.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, bencana angin kencang pertama terjadi di Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, di Sumatera Utara.
“Angin menyebabkan 46 rumah warga rusak dan 2 orang luka-luka tertimpa material bangunan yang diterjang angin,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Minggu (13/7).
Abdul memastikan BPBD Kab. Serdang Bedagai segera meninjau dan melakukan asesmen terhadap rumah yang rusak.
“Korban luka-luka saat ini dirawat di RSUD Sultan Sulaiman,” imbuhnya.
Abdul kemudian menjelaskan, angin kencang juga terjadi di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.
Angin kencang menyebabkan 73 rumah rusak dengan rincian 19 rumah rusak berat, 24 rumah rusak sedang, 23 unit rumah rusak ringan, dan 7 rumah lainnya masih dalam klasifikasi kerusakan.
Selain rumah, angin kencang juga menyebabkan beberapa sekolah, kantor, dan masjid rusak.
“BPDB setempat segera berkoordinasi untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat. Pembersihan material rumah yang rusak serta pemotongan pohon yang tumbang masih dilakukan,” ujarnya.
Menyikapi sejumlah bencana di wilayah nusantara, Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga.
“BNPB mengimbau wilayah-wilayah dengan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat, warga diimbau untuk selalu mengikuti informasi prakiraan cuaca apabila akan beraktivitas di luar ruangan,” imbaunya.
“Jika sedang terjadi hujan deras disertai angin kencang, hindari berteduh di dekat pohon maupun bangunan yang terlihat tidak kokoh. Jauhi pula lokasi-lokasi yang berdekatan dengan lereng yang mudah longsor,” lanjutnya.

