JAKARTA – PT Liga Indonesia Baru (LIB) secara resmi melakukan rebranding nama kompetisi Liga 1, diganti menjadi BRI Super League.
Rebranding tersebut diumumkan PT LIB usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, pada Senin (7/7). Dalam agenda itu, turut hadir pula sebanyak 18 klub yang ikut menyepakati nama baru tersebut.
Tidak hanya Liga 1, rebranding juga terjadi untuk Liga 2 menjadi Pegadaian Championship. Sementara, untuk kompetisi level dengan status semi profesional masih menggunakan nama lama, yakni Liga Nusantara.
Menariknya rebranding itu tak hanya berlaku untuk kompetisi saja, namun juga untuk nama PT LIB itu sendiri.
“Mulai musim ini kami sudah melakukan rebranding LIB. Entitas tetap LIB, namun brand-nya adalah I-League (bukan LIB lagi). BRI Super League untuk Liga 1 an Pegadaian Championship untuk Liga 2,” ucap Ferry Paulus selaku Direktur Utama PT LIB dalam keterangannya, sebagaimana informasi yang dikutip Holopis.com.
Sebagai informasi tambahan, rebranding ini bukan pertama kali dilakukan kompetisi sepakbola Indonesia. Mengingat, pada tahun 2008 sampai 2015, sepakbola kasta tertinggi Indonesia sempat menggunakan nama Indonesia Super League (ISL).
Sampai akhirnya ISL dirubah menjadi Liga 1 dan mulai berjalan pada tahun 2017, mengingat Indonesia pernah di-banned FIFA pada 2015 dan 2016.


