JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memperkenalkan lebih dari 20 unit robot anjing (Robodog) dalam perayaan Hari Bhayangkara ke-79 di Monas, Jakarta, Selasa (1/7).
Namun, bukan kecanggihannya yang menjadi sorotan, melainkan harganya yang disebut mencapai Rp3 miliar per unit.
Klaim harga fantastis itu disampaikan langsung oleh President Director PT EZRA ROBOTICS Teknologi, R Dhannisaka, sebagai pengembang robot tersebut.
“Untuk model basic-nya, harga per unit nyaris Rp 3 miliar,” ujarnya.
Pihak Polri menyebut bahwa penggunaan robot di kepolisian bukanlah hal baru. Kadiv Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho, menegaskan bahwa banyak negara lain seperti Thailand, China, Singapura, dan Dubai telah lebih dulu memanfaatkan robot untuk tugas kepolisian, patroli, dan misi SAR (search and rescue).

Namun, publik dibuat terkejut, termasuk pegiat sosial Mardigu Wowiek (Bossman) yang menyebut tampilannya mirip mainan anak.
“Hah beneran 3M ini mainan kayak begini??!! Bossman udah enggak habis pikir,” tulisnya di Instagram.
Perbandingan pun muncul dari berbagai kalangan. Banyak warganet menyebut bahwa robot anjing buatan raksasa teknologi Xiaomi, yakni CyberDog 2, memiliki spesifikasi lebih canggih namun hanya dibanderol sekitar USD1.800 atau Rp 29 juta.

CyberDog 2 diketahui bisa menari balet, moonwalk ala Michael Jackson, hingga bermain skateboard. Ditenagai AI dengan 19 sensor, bobot hanya 8,9 kg, dan baterai yang tahan 90 menit, robot ini dianggap sebagai salah satu robot anjing paling cerdas di dunia saat ini.
Perbandingan harga yang timpang antara Robodog Polri dan CyberDog 2 dari Xiaomi pun memicu perdebatan publik. Banyak yang mempertanyakan efektivitas pengadaan, transparansi harga, dan urgensi penggunaan robot senilai miliaran rupiah di institusi publik.


