Korban Tewas Kapal KMP Tunu Pratama Jaya Bertambah Jadi Sembilan Orang

0 Shares

JAKARTA – Pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali, Ketapang, Banyuwangi masih terus dilakukan. Pencarian dilakukan oleh di SAR gabungan untuk mencari korban yang masih belum ditemukan.

Dalam pencarian tersebut, tim SAR kembali menemukan sebanyak tiga korban tewas. Saat ini tercatat telah ditemukan sebanyak Sembilan orang yang telah dinyatakan tewas dalam insiden tersebut.

- Advertisement -

“Adapun jenazah korban saat ini sedang diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polisi Republik Indonesia (Polri,” ujar Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Menhub RI), Dudy Purwagandhi di Jakarta.

Dudy menambahkan, hingga saat ini proses pencarian korban yang masih belum ditemukan masih terus dilakukan. Adapun area pencarian korban terus dikembangkan hingga sepanjang 10 mil dari area duga atau area perkiraan tenggelamnya kapal.

- Advertisement -

“Sejauh ini seluruh tim gabungan, baik dari Basarnas, TNI/Polri, Syahbandar, KPLP, ASDP, dan unsur terkait lainnya bekerja maksimal melakukan pencarian korban. Harapannya dengan area yang diperluas, korban yang ditemukan juga semakin banyak,” katanya.

Berdasarkan laporan Basarnas, tim SAR juga akan melakukan deteksi bawah air dengan menurunkan ROV (Remotely Operated Vehicle), dengan memperhatikan waktu yang tepat agar dapat mendapatkan hasil maksimal. Penggunaan ROV ini lebih efektif dalam pencarian bangkai kapal. Namun, tim tetap harus mempertimbangkan arus dan kedalaman laut.

“Mengingat sudah beberapa hari pencarian, kemungkinan akan lebih sulit menemukan korban, sehingga saya sampaikan kepada para petugas untuk selalu berhati-hati, utamakan keselamatan diri dan perhatikan kondisi cuaca serta arus laut,” tutupnya.

Sebagai informasi, kapal KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam saat melakukan perjalanan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali pada Rabu, 2 Juli 2025. Kapal ini mengangkut 53 orang penumpang, 12 orang anak buah kapal dan 22 unit kendaraan.

Sesuai dengan data Basarnas, sebanyak 29 orang penumpang selamat dalam insiden ini. Namun, setelah dilakukan konfirmasi ke PT Angkutan, Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia (ASDP) dan kepolisian, jumlah penumpang selamat ternyata sebanyak 30 orang.

Dari angka itu, sebanyak 21 orang korban selamat sudah diserahkan ke keluarga di Ketapang dan sembilan orang di Gilimanuk. Sedangkan jumlah korban meninggal yang ditemukan sebanyak tujuh orang. Sisanya, sebanyak 28 orang penumpang masih dalam pencarian tim Basarnas.

Pencarian korban difokuskan di perairan Selat Bali, dari utara hingga selatan. Tiga tim rescue unit (SRU) udara turut dikerahkan menyisir wilayah perairan dari arah yang sama. Selanjutnya tim SRU darat memantau sepanjang garis pantai di sisi Ketapang dan Gilimanuk.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis