JAKARTA – Bencana banjir merendam sejumlah pemukiman warga yang ada di dua kecamatan yang ada di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan bahwa bencana banjir tersebut terjadi sejak Minggu (29/6).
“Banjir di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo dipicu curah hujan yang cukup tinggi,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (1/7).
Abdul mengungkapkan bahwa banjir diperparah dengan jebolnya tanggul Sungai Marisa dan tanggul beton sepanjang 10 meter di Desa Yosonegoro Dusun 3 dan meluapnya Sungai Marisa dan Sungai Bondula di Desa Daenaa.
“Kondisi itu mengakibatkan banjir merendam rumah penduduk dengan tinggi muka air 50 sentimeter,” imbuhnya.
Abdul menjelaskan bahwa lokasi terdampak yakni Kecamatan Limboto Barat dan Kecamatan Limboto. Tercatat 181 KK/ 581 jiwa terdampak dan kerugian materil diantaranya 153 unit rumah, dua unit fasilitas kesehatan, dua unit fasilitas ibadah dan satu pasar terdampak.
Abdul menambahkan bahwa BPBD Kabupaten Gorontalo berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan pendataan serta penilaian.
“Kondisi terkini banjir telah surut,” tutupnya.

