Manfaat Kesehatan Ubi Rebus, Makanan Murah Tapi Khasiat Melimpah


Oleh : Darin Brenda Iskarina

JAKARTA - Dalam kesederhanaannya, ubi rebus sering kali dipandang sebelah mata. Padahal, di balik rasa manis alaminya dan teksturnya yang lembut saat direbus, tersimpan segudang manfaat untuk kesehatan tubuh, Sobat Holopis. Ubi bukan hanya makanan pengganjal lapar atau teman minum teh di sore hari.

Jika dikonsumsi secara rutin dan dalam porsi yang tepat, ubi rebus bisa menjadi sumber gizi yang menyaingi makanan mahal sekalipun. Ini dia beberapa manfaat kesehatan ubi rebus yang jangan sampai Sobat Holopis lewatkan.

1. Sumber Energi yang Baik dan Tahan Lama

Ubi rebus mengandung karbohidrat kompleks yang dicerna tubuh secara perlahan. Ini membuatnya menjadi sumber energi yang stabil dan tahan lama, sangat cocok bagi Sobat Holopis yang membutuhkan stamina sepanjang hari tanpa cepat merasa lapar. Berbeda dengan nasi putih yang cepat menaikkan gula darah, ubi membantu menjaga kadar gula tetap stabil sambil tetap memberikan tenaga yang dibutuhkan tubuh.

2. Kaya Serat yang Baik untuk Pencernaan

Ubi rebus sangat tinggi kandungan seratnya. Serat ini membantu menjaga sistem pencernaan agar tetap lancar dan mencegah sembelit. Selain itu, serat dari ubi juga memberi rasa kenyang lebih lama, sehingga cocok untuk Sobat Holopis yang sedang mencoba menurunkan berat badan secara sehat. Sistem pencernaan yang sehat juga berdampak pada kondisi kulit dan kekebalan tubuh secara keseluruhan.

3. Mengandung Antioksidan Alami

Warna oranye pada ubi, terutama ubi jalar, menandakan kandungan beta-karoten yang tinggi, yang akan diubah tubuh menjadi vitamin A. Beta-karoten merupakan antioksidan kuat yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Mengonsumsi ubi secara rutin bisa membantu menjaga kesehatan mata, memperkuat daya tahan tubuh, dan bahkan memperlambat tanda-tanda penuaan dini.

4. Baik untuk Pengaturan Gula Darah

Meskipun memiliki rasa manis, ubi rebus memiliki indeks glikemik yang relatif rendah, terutama jika dibandingkan dengan makanan manis olahan. Ini berarti, ubi tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis setelah dikonsumsi. Dengan catatan tidak diberi tambahan gula atau santan berlebihan, ubi rebus bisa menjadi pilihan camilan sehat bagi penderita diabetes atau Sobat Holopis yang ingin menjaga kadar gula tetap stabil.

5. Menunjang Kesehatan Jantung

Kandungan potasium dan magnesium dalam ubi membantu mengatur tekanan darah dan mengurangi ketegangan pada pembuluh darah. Ditambah lagi, seratnya membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Kombinasi ini menjadikan ubi sebagai makanan yang mendukung kesehatan jantung secara alami, terutama jika dibandingkan dengan camilan asin tinggi sodium.

6. Sumber Gizi Lengkap yang Terjangkau

Ubi rebus mengandung vitamin C, B6, zat besi, mangan, dan bahkan sedikit protein. Dengan gizi selengkap ini, Sobat Holopis tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk makan sehat. Cukup dengan menambahkan ubi rebus ke dalam menu harian, tubuh sudah mendapatkan berbagai nutrisi penting untuk fungsi metabolisme dan pembentukan sel.

7. Cocok untuk Semua Kalangan, Termasuk Anak dan Lansia

Teksturnya yang empuk dan rasanya yang manis alami membuat ubi rebus mudah diterima oleh anak-anak maupun lansia. Selain itu, kemudahan dalam mengolahnya menjadikan ubi sebagai makanan praktis yang tidak memerlukan banyak bumbu atau teknik khusus. Cukup direbus dengan kulitnya, lalu dikupas dan dimakan begitu saja, manfaatnya tetap luar biasa.

Kesederhanaan ubi rebus justru menjadi kekuatannya. Makanan ini mudah diakses, tidak mahal, dan bisa dinikmati oleh siapa saja. Di balik tampilannya yang bersahaja, tersimpan manfaat yang sangat besar untuk kesehatan tubuh, mulai dari memperbaiki sistem pencernaan hingga menjaga daya tahan tubuh.

Sobat Holopis tak perlu lagi meragukan kekuatan dari makanan lokal seperti ubi rebus. Cobalah untuk menjadikannya bagian dari rutinitas makan harian dan rasakan sendiri perubahan positifnya untuk tubuh.

Tampilan Utama