JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan investor asing menunjukkan aksi beli bersih dalam jumlah signifikan pada penutupan perdagangan di pekan keempat Juni 2025.
Berdasarkan data BEI, investor asing pada Kamis (26/6) kemarin mencatatkan beli bersih sebesar Rp2,022 triliun di bursa saham tanah air. Namun, sepanjang tahun berjalan 2025, akumulasi transaksi investor asing masih menunjukkan tren keluar dari pasar domestik.
Pelaksana Harian (P.H) Sekretaris Perusahaan BEI, Aulia Noviana Utami Putri menjelaskan bahwa aksi beli bersih harian ini belum cukup untuk menutupi tekanan jual asing yang telah berlangsung sejak awal tahun.
“Investor asing hari ini (red-Kamis kemarin) mencatatkan nilai beli bersih Rp2,022 triliun dan sepanjang tahun 2025 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp53,210 triliun,” ujar Aulia dalam pernyataan resminya, dikutip Holopis.com, Jumat (27/6).
Meski ada sentimen positif dari masuknya dana asing di hari terakhir pekan ini, kondisi umum pasar masih berada dalam tren moderat. Hal ini terlihat dari penurunan indikator utama seperti frekuensi, volume, dan nilai transaksi harian selama periode 23–26 Juni 2025.
“Rata-rata frekuensi transaksi harian selama pekan ini turut mengalami perubahan sebesar 8,68 persen, menjadi 1,19 juta kali transaksi dari 1,30 juta kali transaksi pada pekan lalu,” kata Aulia.
BEI juga mencatat penurunan rata-rata volume transaksi harian sebesar 9,30 persen, dari 24,41 miliar lembar saham menjadi 22,13 miliar lembar. Sedangkan rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan lebih dalam, sebesar 12,35 persen dari Rp15,00 triliun menjadi Rp13,15 triliun.
Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) juga turut terkoreksi dalam pekan yang sama. “Pergerakan IHSG selama sepekan mengalami perubahan sebesar 0,14 persen dan ditutup pada level 6.897,400 dari 6.907,138 pada pekan lalu,” tambahnya.
Adapun kapitalisasi pasar hanya mengalami penyesuaian tipis, turun 0,01 persen menjadi Rp12.098 triliun dari pekan sebelumnya di angka Rp12.099 triliun.
Pergerakan investor asing yang masih cenderung melepas kepemilikan sahamnya secara akumulatif mencerminkan adanya faktor kehati-hatian terhadap prospek ekonomi dan arah kebijakan global.
Namun, aksi beli pada hari tertentu menandakan bahwa pasar Indonesia tetap menarik bagi pelaku pasar luar negeri dalam kondisi tertentu.

