JAKARTA – Bencana banjir melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung dan berdampak ke sejumlah fasilitas publik.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan setidaknya ada 50 kepala keluarga yang terdampak bencana banjir.
“Sebanyak 50 kepala keluarga terdampak dengan jumlah rumah terdampak yang sama,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (25/6).
Abdul memastikan bahwa wilayah ini masih berada dalam status Siaga Darurat terhitung sejak 1 Januari hingga 30 Juni 2025.
“Saat ini, area permukiman dan persawahan masih tergenang air,” imbuhnya.
Berdasarkan informasi prakiraan cuaca dalam dua hari ke depan atau Kamis-Jumat (26/27), wilayah Indonesia masih akan dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang cukup aktif.
Beberapa wilayah berpotensi mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah Sumatera bagian tengah dan selatan, sebagian besar Pulau Kalimantan, Sulawesi bagian tengah dan selatan, serta wilayah pesisir selatan Jawa.
Abdul kemudian mengingatkan bahwa fenomena cuaca tersebut dapat berpotensi menjadi pemicu kejadian bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di wilayah yang memiliki curah hujan tinggi, terutama di kawasan dengan kondisi tanah yang labil atau pasca pembukaan lahan.
Adapun di wilayah pesisir, potensi banjir rob juga masih mungkin terjadi akibat pasang maksimum. Sementara itu, sejumlah wilayah di Sumatera bagian barat dan Kalimantan bagian tengah juga tetap diwaspadai akan potensi karhutla karena suhu udara yang tinggi dan minimnya curah hujan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca dari instansi terkait serta arahan dari BPBD setempat,” imbaunya.
“BNPB juga telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran daerah untuk mengaktifkan sistem peringatan dini dan meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya di daerah rawan bencana,” sambungnya.


