Lagi Trending, Hati-hati Kena ‘Love Scamming’

0 Shares

JAKARTA – Sobat Holopis pernah mendengar istilah love scamming tidak? Di era digital seperti sekarang ini, di mana perkenalan dan hubungan bisa terjalin hanya lewat aplikasi atau media sosial, muncul fenomena yang meresahkan bernama love scamming. Istilah ini merujuk pada bentuk penipuan yang dilakukan dengan memanfaatkan hubungan asmara palsu untuk mengecoh dan mengambil keuntungan dari korban.

Love scamming bukanlah hal baru, namun dalam beberapa tahun terakhir, kasusnya meningkat tajam seiring meningkatnya penggunaan platform daring untuk mencari pasangan. Love scamming juga bisa terjadi pada siapa saja loh, Sobat Holopis.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Korbannya tidak mengenal usia, status sosial, ataupun pendidikan. Penipunya bisa beroperasi lintas negara, menggunakan identitas palsu yang dirancang sedemikian rupa agar terlihat meyakinkan. Korbannya sering kali mengalami kerugian finansial besar serta dampak psikologis yang mendalam.

Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk memahami apa itu love scamming dan mengenali tanda-tandanya sedini mungkin.

- Advertisement -

Apa Itu Love Scamming?

Love scamming adalah bentuk penipuan daring di mana pelaku berpura-pura menjalin hubungan romantis dengan korban untuk membangun kepercayaan, lalu secara bertahap meminta uang, bantuan finansial, atau informasi pribadi yang bersifat sensitif. Hubungan ini biasanya berlangsung cukup lama, bahkan bisa berbulan-bulan, agar korban merasa benar-benar terikat secara emosional.

Penipuan ini kerap dilakukan oleh individu atau jaringan kriminal yang sangat terlatih dalam memanipulasi emosi. Mereka menciptakan identitas palsu yang meyakinkan—sering kali mengaku sebagai tentara, dokter, insinyur, atau profesional lain yang bekerja di luar negeri—untuk membangun citra ideal di mata korban.

Tanda-Tanda Love Scamming yang Perlu Diwaspadai

Agar tidak terjebak dalam jerat cinta palsu ini, penting untuk mengenali tanda-tanda love scamming berikut.

1. Menyatakan Cinta Terlalu Cepat

Salah satu ciri paling umum dari love scammer adalah mereka menyatakan cinta dalam waktu yang sangat singkat, bahkan sebelum pernah bertemu langsung. Mereka akan menggunakan kata-kata manis, penuh janji, dan kesan mendalam untuk membangun ikatan emosional yang kuat dalam waktu singkat.

2. Hanya Berkomunikasi Secara Online

Pelaku love scamming biasanya menghindari pertemuan tatap muka atau video call. Mereka sering memberikan alasan seperti sedang bertugas di luar negeri, tidak memiliki akses jaringan, atau situasi mendesak lainnya yang membuat pertemuan langsung selalu tertunda.

3. Membuat Cerita Tragis atau Mendesak untuk Meminta Uang

Setelah korban merasa terikat secara emosional, pelaku akan mulai meminta bantuan finansial. Mereka bisa mengarang cerita dramatis, seperti kecelakaan, keluarga yang sakit, dokumen yang tertahan, atau masalah hukum yang memerlukan bantuan dana segera. Cerita ini dirancang untuk memancing simpati dan mendorong korban agar cepat mentransfer uang.

4. Identitas Tidak Konsisten

Banyak love scammer menggunakan foto orang lain (sering kali dari akun orang yang tidak mereka kenal) dan menciptakan identitas palsu. Jika dicermati lebih jauh, informasi pribadi mereka sering tidak konsisten, seperti perbedaan dalam cerita pekerjaan, usia, atau tempat tinggal. Bahkan jika dicari lewat pencarian gambar balik (reverse image search), foto mereka bisa ditemukan berasal dari profil lain.

5. Meminta Informasi Pribadi yang Sensitif

Selain uang, pelaku juga dapat meminta data pribadi seperti nomor kartu kredit, nomor identitas, atau akses ke akun media sosial. Ini bisa digunakan untuk keperluan penipuan lanjutan atau bahkan pencurian identitas.

Love scamming bukan sekadar penipuan biasa, ia menyerang perasaan dan kepercayaan seseorang secara dalam. Karena itu, penting bagi siapa pun yang menjalin hubungan di dunia maya untuk tetap waspada, realistis, dan tidak mudah tergoda oleh janji manis tanpa bukti nyata.

Jika Sobat Holopis merasa curiga atau menemukan tanda-tanda seperti yang disebutkan di atas, segera lakukan pengecekan, jangan pernah mengirim uang, dan pertimbangkan untuk melaporkannya ke pihak berwenang atau platform tempat interaksi berlangsung.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis