JAKARTA – Anggota DPR RI Komisi X, Kawendra Lukistian, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan inklusif dalam kunjungan resesnya ke Kabupaten Jember, Rabu (18/6). Ia mendorong Universitas PGRI Argopuro (UNIPAR) Jember menjadi kampus percontohan ramah disabilitas di tingkat nasional.
Dalam kunjungannya ke kampus UNIPAR, Kawendra menyuarakan tekad untuk memperluas akses pendidikan bagi penyandang disabilitas dengan mengusulkan penambahan kuota beasiswa khusus disabilitas serta pendirian Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) untuk menunjang kemandirian kerja mereka.
“Supaya UNIPAR ini bisa jadi percontohan kampus yang ramah disabilitas, tentu itu akan selalu kita dorong dengan berbagai cara. Saya ingin UNIPAR ini punya kuota penyandang disabilitas paling besar,” tegas Kawendra dalam keterangan yang diterima Holopis.com, Kamis (19/6).
Kehadiran Kawendra juga dimanfaatkan untuk berdialog langsung dengan mahasiswa penyandang disabilitas. Ia mendengarkan berbagai aspirasi dan kebutuhan mereka dalam menjalani aktivitas perkuliahan.
Menurutnya, penguatan peran kampus dalam isu inklusi merupakan amanat konstitusi dan sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, yang turut menggagas lahirnya UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
“Kita tidak bisa bicara negara maju jika belum memberi akses pendidikan setara bagi semua. UNIPAR harus bisa jadi simbol bahwa Indonesia berpihak dan siap menyongsong era inklusif,” tambahnya.
Tak hanya bicara soal beasiswa, Kawendra juga menyoroti pentingnya pelatihan vokasi dan sertifikasi keterampilan kerja bagi penyandang disabilitas. Ia menyebut akan segera membangun komunikasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Pemerintah Kabupaten Jember, demi mewujudkan pelatihan kerja yang inklusif.
“Kita perlu kolaborasi lintas sektor. Untuk sertifikasi bisa dengan Kementerian Tenaga Kerja, sementara untuk perizinannya, saya akan komunikasikan langsung dengan Bupati Jember, Gus Fawait,” jelasnya.
Langkah ini, kata Kawendra, bukan hanya untuk UNIPAR Jember saja, tetapi juga menjadi cetak biru perjuangan pendidikan inklusif di seluruh Indonesia, dimulai dari daerah-daerah. Ia berharap, UNIPAR dapat menjadi role model nasional dalam pembangunan kampus yang benar-benar terbuka dan mendukung potensi mahasiswa disabilitas.
Misi ini mendapat sambutan positif dari pihak kampus dan mahasiswa yang hadir. Banyak yang berharap, gagasan ini benar-benar bisa direalisasikan dalam waktu dekat.
Dengan dorongan kuat dari parlemen dan komitmen kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah, masa depan pendidikan inklusif Indonesia tampak semakin cerah. Kawendra menegaskan, perjuangannya tidak akan berhenti sampai kebijakan ini benar-benar menyentuh mereka yang selama ini masih terpinggirkan.


