JAKARTA – Bencana tanah bergerak menyebabkan ratusan warga di Desa Pasirmunjul, Kabupaten Purwakarta memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, para pengungsi memilih pindah karena kondisi pergerakan tanah yang masih berlangsung.
“Sebanyak 83 KK terdampak dan 256 jiwa mengungsi,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (19/6).
Abdul menyebut bahwa Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat hingga 1 Juli 2025 dan merencanakan relokasi bagi warga terdampak.
Sebelumnya diberitakan, fenomena pergerakan tanah hingga saat ini masih menghantui pemukiman warga yang ada di Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, fenomena tersebut masih berlangsung sampai dengan Selasa (17/6).
“Fenomena gerakan tanah masih berlangsung di Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat,” kata Abdul Muhari.
Abdul memastikan BPBD setempat terus mendukung pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.
“Peristiwa ini telah menjadi perhatian dan terus dipantau BNPB,” imbuhnya.
Data sementara, rumah rusak berat 58 unit, rusak sedang 3 unit dan rusak ringan 8 unit, sedangkan fasilitas ibadah rusak berat 1 unit dan jalan desa terputus 1 akses.
Bencana ini juga memicu adanya pengungsian warga, tercatat 47 KK (145 jiwa) mengungsi mandiri di rumah kerabat dan 36 KK (111 jiwa) mengungsi di kantor desa.
“Lokasi gerakan tanah terjadi di Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani,” tukasnya.

