JAKARTA – Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara angkat bicara terkait kabar teror yang yang dialami pesawat Saudia Airlines SVA 5276 pada, Selasa (17/6) pagi. Kabar ini langsung membuat heboh karena membuat pesawat jenis Boeing 777-300 ER itu terpaksa mendarat, akibat teror bom yang dikirim melalui surat elektronik (email).
Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Endah Purnama Sari dalam keterangan tertulisnya menyampaikan, bahwa pihaknya telah menerima laporan dari PT. Angkasa Pura Indonesia terkait adanya ancaman bom yang dikirimkan oleh orang yang tidak dikenal melalui surat elektronik (E-mail) pada pukul 07.30 WIB.
Sesaat setelah itu kata dia, pihak Bandara Soekarno-Hatta telah mengaktifkan Ruang EOC (Emergency Operation Center) yang merupakan pusat komando dan pengendalian penanggulangan keadaan darurat di bandar udara.
“Selanjutnya menghubungi anggota Komite Keamanan Bandar Udara Soekarno Hatta untuk berkumpul di ruang EOC yang untuk selanjutnya akan mengambil langkah-langkah penanganan terhadap adanya ancaman bom di dalam pesawat udara,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Holopis.com, Selasa (17/6).
Endah menambahkan, hingga saat ini AirNav Indonesia selaku penyelenggara lalu lintas penerbangan pada pukul 10. 17 WIB bahwa Pilot in Command (PIC) menginformasikan kepada petugas Air Traffic Controller JATSC untuk memutuskan divert (mengalihkan penerbangan) yang semula menuju Bandar Udara Soekarno-Hatta berpindah ke Bandar Udara Kualanamu di Medan untuk penanganan lebih awal.
Pihak Bandar Udara Kualanamu telah berkoordinasi dengan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II dan mengaktifkan EOC serta menghubungi anggota Komite Keamanan Bandar Udara Kualanamu untuk berkumpul di ruang EOC untuk mengambil langkah-langkah penanganan terhadap adanya ancaman bom di dalam pesawat udara.
“Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) dari kepolisian telah dihubungi dan telah siap siaga di Bandar Udara Kualanamu untuk penanganan langkah-langkah keamanan sesuai ketentuan,” sebutnya.
Diketahui berdasarkan flightradar, pesawat yang membawa 442 orang jemaah haji asal Bekasi, Jawa Barat tersebut, take off (lepas landas) dari Bandara King Abdul Aziz pada Senin malam (16/6/2025) pukul 21.00 WAS, setelah sebelumnya petugas PPIH mendorong seluruh jemaah dari Sektor 7 Daker Makkah ke Jeddah.
“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan terus melakukan koordinasi kepada seluruh operator penerbangan, Komite Keamanan Bandar Udara dan pihak terkait lainnya hingga kondisi aman terkendali,” tutupnya.
Sebagai informasi, pesawat Saudia Airlines dijadwalkan untuk tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada hari ini Selasa (17/6) pukul 11.00 WIB. Namun akibat teror tersebut, pesawat terpaksa mendarat darurat (emergency landing) di Bandara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang, Sumut pada pukul 10.30 WIB.

