JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyatakan semangat kolaborasi antara Indonesia dengan Singapura. Hal ini disampaikan saat berjumpa langsung dengan Presiden Singapura, Tharman Shanmugaratnam.
“Saya menegaskan kembali pentingnya semangat kolaborasi demi kemajuan dan kepentingan nasional Indonesia maupun Singapura,” kata Prabowo Subianto dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Holopis.com, Selasa (17/6/2025).
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan bahwa Indonesia dan Singapura memiliki kesadaran yang sama terkait dengan dinamika global yang saat ini bergerak. Mulai dari persoalan stabilitas geopolitik dan juga menjawab tantangan dunia yang semakin kompleks.
“Di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang, kami bersama-sama memperkuat komitmen untuk menjaga stabilitas dan perdamaian, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ujarnya.
Oleh sebab itu, kunjungan bilateral yang dilakukan antara dirinya sebagai Presiden Republik Indonesia dengan Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam, dapat menjadi simbol yang kuat bahwa pesan internasional mencuat dari rumpun Asia Tenggara.
“Kunjungan ini sekaligus menjadi bukti kepercayaan yang kokoh antara Indonesia dan Singapura dalam mempererat kerja sama strategis menuju kemakmuran bersama, terutama di kawasan ASEAN,” tegas
Prabowo.
Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa Presiden Prabowo Subianto datang ke Singapura untuk melakukan kunjungan kenegaraan, sekaligus dalam rangka memperkuat hubungan kerja sama yang baik antar kedua negara sahabat.
Bahkan, dalam pertemuan tahunan Leader’s Retreat yang diselenggarakan pada hari Senin, 16 Juni 2025 kemarin, setidaknya ada 19 (sembilan belas) kesepakatan yang ditandatangani antara pemerintah Indonesia dengan Singapura. Semuanya menyangkup kerja sama yang sangat strategis untuk kepentingan dua negara tersebut.
Sign Aggreement yang dilakukan salah satunya adalah, kerja sama bidang penegakan hukum yang dilakukan Kejaksaan Agung kedua negara. Kemudian dalam bidang politik dan keamanan dalam rangka memperkuat sektor pertahanan dan militeristik.
Di samping itu, ada pula upaya kedua negara untuk meningkatkan economic working groups, di mana di dalamnya ada pengembangan kawasan ekononi khusus (KEK), sektor pariwisata, tenaga kerja, transportasi hingga sektor pertanian.

