JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto mengaku sudah cukup lelah memberi peringatan kepada para pelaku koruptor di Indonesia semenjak dirinya menjabat sebagai Kepala Negara.
Nyatanya, menurut Presiden, peringatan yang telah disampaikannya berkali-kali tersebut hanya dianggap sebagai angin lalu tanpa mau diindahkan.
“Berkali-kali saya kasih peringatan ya, tetapi mungkin orang Indonesia itu kalau enggak, kalau dikasih peringatan itu masih enggak mempan,” kata Presiden Prabowo dalam pernyataannya pada Kamis (12/6).
Padahal, ditegaskan Presiden Prabowo, dirinya sudah berusaha untuk tidak mempermalukan para pejabat yang korupsi untuk segera bertobat. Nyatanya, mereka tetap saja masih melakukan tindakan tidak terpuji.
“Saya menjaga supaya orang tidak dipermalukan, tetapi saya lihat banyak sekali mereka-mereka dikasih tanggung jawab oleh negara [tetapi] menipu negara, bohong, bohong kepada atasan, mencuri uang rakyat, menganggap seenaknya,” tukasnya.
Oleh karena itu, dengan kenaikan gaji para hakim di Indonesia, Presiden Prabowo menaruh harapan besar penegakkan hukum di Indonesia berjalan dengan baik.
“Tetapi, sebentar lagi dengan hakim-hakim yang kuat, kita tegakkan hukum. Tegakkan hukum. Siapa pun melanggar hukum, siapa mau bikin macam-macam patuhi hukum untuk kepentingan kita semua, untuk kepentingan kita semua,” tegasnya.
Tak hanya di bidang hukum, Presiden Prabowo juga yakin dukungan dari berbagai pihak dapat memperkuat penegakan hukum di Indonesia.
“Tetapi, jangan khawatir dengan yudikatif yang kuat, dengan penegak hukum yang kuat saya percaya Polisi akan bekerja dengan sebaik-baiknya, TNI mendukung, Kejaksaan semua bekerja,” tandasnya.
“kita akan tertibkan negara ini. Kita akan bikin Indonesia berhasil, karena sistem hukumnya yang baik,” tutupnya.


