Konflik Elon Musk dan Donald Trump Memanas, Rusia Tawarkan Suaka ke Bos SpaceX

0 Shares

JAKARTA – Hubungan antara dua sosok paling berpengaruh di dunia, Elon Musk dan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, tengah memasuki fase panas.

Ketegangan ini tidak hanya jadi sorotan publik AS, tapi juga memancing reaksi dari politisi Rusia yang menanggapi konflik ini dengan gurauan, sindiran tajam, hingga tawaran “serius”.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Ketegangan mencuat setelah sekutu dekat Trump, Stephen Bannon, menyerukan agar Elon Musk dideportasi dari AS karena dianggap imigran ilegal, serta mendesak agar pemerintahan Trump jika kembali berkuasa menyita perusahaan SpaceX milik Musk.

Pernyataan Bannon memicu gelombang komentar internasional, terutama dari kalangan elit politik Rusia. Mereka justru menyambut terbuka Musk jika benar-benar “terusir” dari Amerika.

- Advertisement -

Rusia Tawarkan Suaka Politik

Dmitry Novikov, Wakil Ketua Komite Urusan Internasional di parlemen Rusia, menyebut bahwa Rusia siap memberi suaka politik kepada Musk. Dalam wawancaranya dengan kantor berita TASS, Novikov mengatakan bahwa negaranya bersedia menerima Elon Musk jika ia menghadapi tekanan serius di Amerika Serikat.

Langkah ini mengingatkan publik pada Edward Snowden, mantan agen intelijen AS yang mendapat suaka di Rusia setelah membocorkan data rahasia NSA pada 2013, serta Jan Marsalek, buronan kasus Wirecard yang juga diyakini bersembunyi di Rusia.

Ajakan Gabung Militer Rusia

Tidak hanya menawarkan suaka, Dmitry Rogozin mantan kepala badan antariksa Rusia (Roscosmos) yang kini menjabat di wilayah pendudukan Rusia di Ukraina—bahkan mengajak Musk bergabung dengan militer Rusia, tepatnya dalam unit Bars-Sarmat.

“Elon @elonmusk, jangan sedih! Anda dihormati di Rusia. Jika Anda mengalami masalah yang tidak dapat diatasi di AS, datang kemari dan jadi bagian dari kami – pejuang Bars-Sarmat,” tulis Rogozin di platform X.

Menurutnya, Musk akan menemukan “kawan yang dapat diandalkan” dan “kebebasan penuh dalam kreativitas” di Rusia.

Medvedev Siap Jadi Penengah Konflik

Situasi ini semakin menarik ketika Dmitry Medvedev, mantan Presiden Rusia, ikut campur dan menawarkan diri menjadi mediator damai antara Trump dan Musk. Dalam nada sarkastik, Medvedev bahkan meminta saham Starlink sebagai imbalan jasa mediasi.

“Kami siap memfasilitasi kesepakatan damai antara D dan E dengan upah wajar dan menerima saham Starlink sebagai pembayaran. Jangan bertengkar, guys!”

Netizen Rusia Ikut Beraksi

Sementara itu, netizen Rusia ikut meramaikan kisruh ini dengan membuat meme-meme kocak. Beberapa membandingkan Musk dengan Yevgeniy Prigozhin, sekutu Putin yang melakukan pemberontakan pada 2023 dan meninggal dalam kecelakaan misterius.

Ada juga yang menyamakan Musk dengan Mikhail Khodorkovsky dan Boris Berezovsky, dua oligarki Rusia yang pernah berselisih dengan Kremlin dan bernasib tragis.

Drama Musk vs Trump kini bukan sekadar pertikaian bisnis atau politik domestik. Situasi ini mulai menyerempet ranah geopolitik yang rumit, bahkan membuka kemungkinan keterlibatan negara asing seperti Rusia.

Pertanyaannya, apakah Elon Musk akan mengambil tawaran “pelarian” dari Kremlin? Atau justru konflik ini hanya bagian dari panggung politik yang lebih besar di Amerika Serikat?

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis