Minggu, 22 Feb 2026
BREAKING
Minggu, 22 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Habib Syakur : Maknai Iduladha Dengan Pengorbanan Mental Kebangsaan

0 Shares

JAKARTA – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid mengajak umat Islam khususnya untuk senantiasa mengupayakan diri menjadi manusia yang lebih baik. Sebab tujuan hidup yang dijalani selama ini sejatinya bukan untuk menjadi penguasa, melainkan untuk menjadi hamba yang terbaik saat kelah menghadap Sang Pencipta.

Hal ini disampaikan Habib Syakur sebagai bentuk refleksi kolektif untuk menatap Hari Raya Iduladha sebagai bagian dari pembelajaran yang sangat penting dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail as.

- Advertisement -

“Sejatinya Iduladha itu adalah pengorbanan, bukan sekadar korban harta benda dan binatang kurban, melainkan pengorbanan untuk menata diri demi mencapai kualitas manusia yang lebih baik sebelum kembali ke sisi Tuhan, Allah SWT kelak,” kata Habib Syakur, Kamis (5/6/2025) seperti dikutip Holopis.com.

Dalam konteks syariat, Iduladha merupakan momentum sakral di mana Allah SWT memperingati bagaiamana kesucian hati seorang ayah dengan anaknya, yakni Nabi Ibrahim kepada Nabi Ismail. Bagaimana sang ayah sangat ikhlas untuk menyembelih anaknya sendiri atas nama perintah Allah SWT. Begitu juga dengan Nabi Ismail yang tidak gentar sedikit di detik-detik pedang super tajam sang ayah menghunus lehernya.

- Advertisement -

Dengan ketakwaan dan tawakkal yang sangat luar biasa inilah, Allah SWT menggantikan Ismail dengan seekor domba yang didatangkan langsung oleh Malaikat Jibril dari Surga.

“Karena keikhlasan yang luar biasa, bagaimana Ibrahim ‘alaihissalam tanpa gentar menjalankan perintah Allah. Ujian paling berat anak dan ayah dalam pembuktian ketakwaan mereka sebagai hamba. Itu i’tibar yang harus kita refleksikan bersama,” ujarnya.

Bagi ulama asal Malang Raya ini, ada dua poin penting yang harus dicermati dalam momentum Idul Adha. Pertama soal keikhlasan, dan kedua adalah soal pembalasan. Menurutnya, Allah SWT telah mengguji iman Ibrahim dan Ismail dengan sesungguh-sungguhnya iman. Kemudian bagaimana kesungguhan iman itu terbalaskan dengan kegembiraan yang sangat dahsyat.

“Allah menggantikan posisi Ismail dengan domba, bahkan persis saat pedang Ibrahim sudah menyentuh kulit lehet Ismail. Maka jika kita beriman, bertakwa, jangan pernah ada keraguan dalam kita menghamba kepada Allah SWT, satu-satunya dzat yang pantas kita sembah dan mengharapkan untuk kembali,” tuturnya.

Lebih dari pada itu, Habib Syakur pun mengajak pula kepada seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan rasa persatuan dan persaudaraan antar sesama manusia, sebagai sesama makhluk Tuhan, serta sebagai sesama bangsa Indonesia.

Sebab selain karena itu bagian dari perintah Tuhan agar umat tetap menjaga persaudaraan dan kerukunan, persatuan sebenarnya adalah kunci utama bagaimana Indonesia tetap bisa eksis sampai dengan saat ini.

“Ingat, modal utama kita sebagai bangsa dan negara Indonesia hanya di persatuan. Jika kita bercerai berai, maka jangan menyesal ketika asing menginvasi dan menginfiltrasi untuk merusak tatanan sosial, hukum, agama dan sebagainya dari dalam,” tukasnya.

Terakhir, ia pun mengajak semua masyarakat Indonesia untuk terus memacu perbaikan kualitas kebangsaan agar tercapai masyarakat yang madani, berintelektual, bermutu.

“Dalam momentum Iduladha, yuk kita pertebal keimananan, keimanan terhadap agama, dan keimanan terhadap kebangsaan. Wujudkan mental kebangsaan demi menjadi insan suci Pancasila yang sejati, untuk menyongsong bersama Indonesia Emas 2045 mendatang,” pungkas Habib Syakur.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru