JAKARTA – Industri perhotelan di Jakarta semakin lesu, hal ini berdampak pada biaya operasional hotel yang tidak mampu lagi ditopang. Ancaman gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pun tengah menghantui industri tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung telah berkomunikasi secara intensif dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Pramono meminta PHRI untuk menahan hotel-hotel anggotanya agar tidak dulu melakukan PHK massal.
“Saya di Provinsi DKI berusaha semaksimal mungkin, saya sudah berkomunikasi juga dengan PHRI untuk bisa supaya tidak ada PHK Massal,” kata Pramono, di Balaikota Jakarta Pusat, Selasa (3/6).
Dalam komunikasi tersebut, Pemprov Jakarta berjanji akan menggelar banyak event seperti konser musik, hingga kegiatan olahraga untuk menggeliatkan kembali industri perhotelan. Menurutnya dengan menggelar banyak event, dapat mendatangkan banyak wisatawan sehingga bisa meningkatkan okupansi hotel di Jakarta.
“Nah dengan perbanyakan event ini membuat perhotelan bisa bertahan,” kata dia.
Dampak dari banyak event dan kebijakan lain dari pemerintah pusat, Pramono mengklaim pendapatan industri perhotelan khususnya di Jakarta sudah surplus sejak April 2025.
“Kalau kita lihat bahwa bulan April ini kan sudah mulai surplus, artinya memang ada langkah-langkah itu dan kami akan memberikan support sepenuhnya untuk itu,” pungkasnya.
Lain hal dengan, Ketua Badan Pimpinan Daerah PHRI DKI Jakarta, Sutrisno Iwantono, mengatakan dalam survei terbaru yang dilakukan ditemukan 96,7 persen hotel mengalami penurunan hunian. Akibatnya banyak pelaku usaha terpaksa melakukan PHK untuk efisiensi biaya operasional.
“Industri ini tengah menghadapi tekanan berat dari berbagai sisi. Tingkat hunian hotel mengalami penurunan, sedangkan biaya operasional meningkat tajam dan membebani kelangsungan usaha,” tuturnya.
Namun ia berharap upaya yang dilakukan Pemprov Jakarta dapat berdampak positif bagi industri perhotelan di Jakarta.
“Upaya-upaya ini akan terus kita komunikasikan, kita sangat harga Pemprov Jakarta. Semoga industri perhotelan di Jakarta dapat bergeliat lagi,” pungkasnya.

