JAKARTA – Menjelang perayaan Iduladha, Pemprov Daerah Khusus Jakarta meminta rumah potong hewan di Jakarta memperhatikan kebersihan lingkungan.
Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Pramono Anung meminta rumah potong hewan maupun masyarakat agar tidak membuang limbah hewan kurban ke saluran dan sungai-sungai.
Ia ingin agar ada penanganan yang baik terhadap limbah pemotongan hewan kurban sehingga tidak berdampak buruk ke masyarakat.
“Saya meminta dalam penanganan hewan kurban ini tidak memberikan dampak kepada masyarakat terutama pemotongan yang dimasukkan ke sungai,” ujar Pramono di Stadion Tugu, Jakarta Utara, Senin (2/6).
Selain itu, Pramono juga telah memberikan instruksi khusus kepada para wali kota untuk menertibkan lokasi pemotongan hewan kurban yang dilakukan dinbeberapa tempat publik.
Tak hanya memperhatikan limbah, Pramono juga meminta para camat dan lurah untuk melakukan pengawasan saat proses pemotongan hewan kurban berlangsung, agar tidak menganggu kenyamanan masyarakat.
“Di beberapa tempat itu digunakan di tengah jalan, di taman dan sebagainya hewan-hewan korban yang seharusnya tidak di situ untuk ditertibkan, jangan sampai malah menganggu jalanan umum,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sendiri, kata dia, akan menyalurkan lebih banyak hewan kurban pada perayaan Iduladha tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Namun terkait keputusan mengenai jumlah penyaluran hewan kurban baru akan ditentukan pada sore ini.
“Mudah-mudahan lebih banyak dari tahun lalu karena memang selain disiapkan oleh Pemda sendiri, juga ada beberapa bantuan,” tandas Pram.
Menannggapi perintah tersebut, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin mengaku telah melakukan sosialisasi baik ditingkat RT maupun RW melalui kelurahan dan kecamatan.
“Imbauan dan sosialisasi sudah kami lakukan ke masyarakat langsung, terutana ke masjid-masjid yang menyembelih hewan kurban untuk tetap mematuhi peraturan yang ada,” pungkasnya.

