Ketahanan Pangan Gagasan Polri Sukses Ekspor Jagung Perdana

0 Shares

JAKARTA – Irwasum Polri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, selaku Ketua Gugus Tugas Ketahanan Pangan POLRI menyampaikan jika pihaknya tengah sukses melakukan ekspor komoditas pangan berupa jagung. Hal ini sekaligus untuk menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah kolaborasi holistik lintas sektor.

Statemen Dedi tersebut untuk menanggapi pengumuman resmi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengenai penghentian impor jagung dan rencana ekspor perdana komoditas tersebut.

“Kebijakan pemerintah untuk menghentikan impor jagung dan beralih menjadi eksportir, seperti disampaikan Wamentan, adalah bukti nyata efektivitas sinergi Kementerian Pertanian, TNI, POLRI, Pemda, petani, dan swasta,” kata Komjen Pol. Dedi Prasetyo dalam keterangan persnya yang diterima Holopis.com, Jumat (30/5/2025).

Ia menambahkan bahwa Polri terlibat aktif dalam seluruh rantai produksi, mulai pendataan, penanaman, panen, hingga distribusi. Hal ini dalam rangka untuk memastikan target swasembada tercapai.

“Ini adalah implementasi human security: kesejahteraan petani sebagai fondasi stabilitas nasional,” ujarnya.

Sementara itu, pencapaian yang diraih oleh Gugus Tugas POLRI dalam periode 20 November 2024 hingga 20 Mei 2025, dapat dilihat dengan pencapaian total lahan yang terkelola hingga 445.600,49 Hektar. Program pertama sampai 17.331,25 Ha. Sementara program kedua sampai 428.269,24 Ha.

- Advertisement -

Kemudian dalam pendataan secara komprehensif meliputi petani, Poktan, alat pertanian, benih, pupuk, dryer, hingga distribusi.

Selanjutnya, disampaikan bahwa program Ketahanan Pangan sebagai Pilar Asta Cita Keberhasilan ini selaras dengan Program Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Dukungan Polri dalam manajemen rantai pasok jagung adalah bagian integral dari pemeliharaan Kamtibmas. Swasembada pangan adalah kedaulatan negara,” tegas Komjen Pol. Dedi.

Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri Berdiri sejak 2024, Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri fokus pada pendampingan petani dan pengawasan distribusi pupuk/benih bersubsidi, serta pencegahan penimbunan dan efisiensi rantai pasok dari hulu ke hilir.

Sebelumnya disampaikan oleh Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan, bahwa saat ini produksi komoditas pertanian jagung mengalami keanikan mencapai 39 persen.

“Produksi jagung naik 39% sehingga pemerintah tak hanya stop impor, tapi akan ekspor jagung, terutama dari sentra seperti Gorontalo,” kata Sudaryono.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU