JAKARTA – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menenangkan para mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat pasca Pemerintahan Donald Trump baru saja mengumumkan bahwa pemerintah AS akan menolak sementara pengajuan visa pertukaran pelajar.
Stellah Christie memberikan imbauan kepada para mahasiswa agar tidak berpergian dulu keluar AS sampai ada kepastian.
“Bagi adik-adik dan rekan-rekan yang saat ini sudah berada di Amerika Serikat dengan visa F,M, atau J, kami merekomendasikan untuk tidak berpergian ke luar wilayah Amerika Serikat hingga ada kepastian lebih lanjut,” kata Stella di akun @prof.stellachristia dan @kemdiktisaintek.ri, dikutip Holopis.com, Kamis (29/5).
Stella kemudian menenangkan para calon mahasiswa yang sudah memiliki surat penerimaan universitas atau Letter of Acceptanve bahwa pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis demi kelanjutan studi para mahasiswa Indonesia yang seharusnya berlangsung di Amerika Serikat.
“Untuk adik-adik dan rekan-rekan yang telah menerima Letter of Acceptance, dan beasiswa dari Kemdiktisaintek, kami sedang mengambil langkah-langkah strategis untuk memasiktan kelanjutan studi kalian,” kata Stella.
Stella kemudian menjelaskan bahwa Kemdiktisaintek saat ini sedang berusaha untuk mencari solusi dengan mencari universitas-universitas lain yang bisa menjadi pilihan kedua jika nanti memang tidak bisa ke Amerika Serikat.
“Beberapa upaya yang sedang kami tempuh antara lain, menjajaki peluang studi di perguruan tinggi unggulan di negara-negara lain. Segera kami lakukan, serta juga membuka opsi untuk di kampus-kampus terbaik di dalam negeri,” lanjutnya.
Ia kemudian memberikan janji bahwa Kemendiktisaintek akan terus bergerak cepat demi mahasiswa Indonesia.
“Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di bawah kepemimpinan Pak Menteri Brian Yuliarto terus bekerja keras dan bergerak cepat untuk mengutamakan kelanjutan studi kalian,” pungkasnya.
Sebagai informasi, saat ini Pemerintahan Donald Trump memang kerap kali menyerang dunia pendidikan, terutama membatasi langkah-langkah mahasiswa internaisonal, seperti dari China.
Belum lama ini, Unviersitas Harvard menolak mematuhi Trump untuk menolak mahasiswa internasional, dengan mengatakan bahwa peraturan itu tidak berdasar dan melanggar banyak hal.
Harvard dituding Trump mengajarkan ilmu-ilmu yang diluar ideologi Amerika Serikat, serta dituding menyebarkan ajaran antisemitisme, atau tidak pro terhadap Israel dan mendukung Palestina.


