JAKARTA – Israel masih melancarkan aksinya dalam menyerang Israel hari demi hari, kali ini 30 orang meninggal dunia di seluruh jalur Gaza, termasuk seorang jurnalis dan seorang pejabat senior. Dijelaskan pula bahwa kematian baru ini adalah hasil serangan terbaru dari Israel yang terpisah di Khan Younis di selatan.
“Kematian Abu Warda meningkatkan jumlah jurnalis Palestina yang meninggal dunia di Gaza sejak Oktober 2023 menjadi 220 orang,” kata kantor media pemerintah Gaza, dikutip Holopis.com, Senin (26/5).
Sementara itu militer Israel, melalui Kepala Staf Eyal Zamir mengklaim bahwa ini adalah cara untuk membawa pulang para sandera Israel, dan demi melumpuhkan kekuatan Hamas.
Sebuah penjelasan serta alasan yang mereka katakan untuk terus melancarkan serangan di Gaza dan menambah jumlah korban masyarakat Palestina.
“Kami akan mengerahkan setiap alat yang kami miliki untuk membawa pulang para sandera, membubarkan Hamas, dan membubarkan kekuasannya, kata Zamir.
Staf Palang Merah Meninggal Dunia Karena Serangan Israel
Sementara itu terus berbanding terbalik dengan klaim Israel, Komite Internasional Palang Merah ICRC mengatakan bahwa dua staf mereka, Ibrahim Eid dan Ahmad Abu Hilal meninggal dunia dalam sebuah serangan yang berlokasi di sebuah rumah yang terletak di Khan Younis.
Palang Merah mengatakan bahwa pembunuhan mereka telah menunjukkan jumlah korban meninggal dunia warg sipil di Gaza yang tak bisa ditoleransi.
“Pembunuhan mereka menunjukkan jumlah korban tewas warga sipil yang tidak dapat ditoleransi di Gaza. ICRC menegaskan kembali seruannya yang mendesak untuk gencatan senjata dan untuk menghormati dan melindungi warga sipil, termasuk personel medis, bantuan kemanusiaan, dan pertahanan sipil,” lanjut ICRC.
Sebagai informasi, saat ini jumlah korban meninggal dunia yang disebabkan pasukan Israel sejak serangan mereka di tanggal 7 Oktober 2023 di Gaza sudah mencapai 53.900 orang.
Wilayah yang hancur dan marabahaya dari Israel pun membuat warga Palestina susah menerima bantuan. Masyarakat Palestina pun saat ini mengalami tanda-tanda kekurangan gizi yang parah dan sudah tersebar luas.

