JAKARTA – Aprilia Racing akhirnya mencicipi manisnya kemenangan di musim MotoGP 2025. Adalah Marco Bezzecchi yang menjadi pahlawan bagi pabrikan asal Italia tersebut, usai tampil luar biasa di MotoGP Inggris yang berlangsung di Sirkuit Silverstone, Minggu (25/5).
Dalam balapan sepanjang 19 putaran itu, Bezzecchi mencatatkan waktu 38 menit 16,037 detik untuk menjadi yang tercepat dan meraih podium pertama. Ini bukan hanya kemenangan perdana bagi Bezzecchi bersama Aprilia, tapi juga kemenangan pertama Aprilia musim ini.
Namun, kemenangan ini terasa lebih dari sekadar raihan poin dan trofi. Ada makna simbolik yang kuat di balik hasil ini. Aprilia memanfaatkan momen ini untuk mengirim pesan langsung kepada rider andalan mereka, Jorge Martin, yang belakangan dikabarkan ingin meninggalkan tim sebelum kontraknya habis.
Jorge Martin, juara dunia MotoGP 2024, sejatinya masih terikat kontrak dengan Aprilia hingga akhir musim 2026. Namun, pembalap berjuluk “Martinator” itu dikabarkan kecewa dengan performa motor Aprilia yang dianggapnya kurang kompetitif, dan secara terbuka menyatakan keinginannya untuk pindah tim lebih cepat.
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, tak tinggal diam. Usai kemenangan Bezzecchi, Rivola melontarkan pernyataan tegas yang ditujukan langsung ke Martin.
“Kemenangan ini adalah pesan ke Jorge Martin bahwa kami mempunyai motor yang juga bisa menang,” kata Rivola dalam sebuah wawancara dengan media Spanyol, yang dikutip Holopis.com, Senin (26/5).
Komentar Rivola menunjukkan bahwa Aprilia ingin membuktikan diri sebagai tim yang masih mampu bersaing di level tertinggi, sekaligus membantah asumsi bahwa motor mereka tidak kompetitif.
Saat ini, Jorge Martin memang belum banyak tampil musim ini karena masih dalam masa pemulihan cedera tangan yang dideritanya akibat beberapa kecelakaan di awal musim. Meski begitu, pernyataannya soal performa motor Aprilia sudah lebih dulu menyebar dan memicu kontroversi.
Kemenangan Bezzecchi di Silverstone pun menjadi bukti kuat bahwa motor RS-GP milik Aprilia tetap kompetitif jika ditangani oleh pembalap yang percaya diri dan fokus.
Bagi Bezzecchi, kemenangan ini menandai tonggak penting dalam kariernya. Setelah beberapa musim menunjukkan potensi, pembalap muda Italia itu akhirnya mencicipi podium tertinggi bersama tim pabrikan.
“Ini momen yang luar biasa. Kami bekerja keras sepanjang musim, dan akhirnya semua terbayar,” ujar Bezzecchi.
Kemenangan ini juga menjadi momentum penting bagi Aprilia dalam perebutan posisi di klasemen konstruktor maupun tim. Dengan musim MotoGP 2025 masih menyisakan sejumlah seri, Aprilia kini punya alasan kuat untuk percaya diri—dan mungkin membuat Jorge Martin berpikir dua kali sebelum benar-benar pergi.


