JAKARTA – Platform media sosial X (sebelumnya Twitter) mengalami gangguan besar yang berlangsung selama hampir dua hari, membuat jutaan pengguna frustrasi akibat tidak bisa mengakses layanan seperti linimasa, pencarian, dan pesan langsung.
Gangguan mulai dirasakan sejak Jumat malam (23/5) waktu AS, dan langsung memicu keluhan massal di platform lain seperti Instagram, Facebook, dan Reddit. Tagar #XDown dan #FixX segera memuncaki trending topic di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Kondisi ini akhirnya membuat Elon Musk, pemilik dan CEO X, angkat bicara melalui akun pribadinya. Ia menyebut gangguan tersebut disebabkan oleh kesalahan teknis internal yang berasal dari pembaruan sistem backend.
“Kami sedang melakukan upgrade sistem untuk meningkatkan performa, namun ternyata terjadi konflik besar dengan arsitektur lama. Ini menyebabkan aliran data tersendat dan beberapa server overload,” tulis Musk dalam unggahannya.
Musk juga mengakui bahwa ini adalah salah satu gangguan terparah sejak ia mengambil alih platform tersebut pada 2022. Namun, ia memastikan bahwa tim teknis X bekerja tanpa henti untuk mengatasi masalah tersebut.
“Tim kami bekerja 24 jam. Kami telah melakukan rollback pembaruan dan memperbaiki sistem distribusi lalu lintas data. Layanan secara bertahap mulai pulih,” tambahnya.
X kemudian mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebut bahwa langkah-langkah perbaikan telah dilakukan, termasuk pemantauan ketat terhadap performa server dan penerapan sistem cadangan baru untuk mencegah insiden serupa.
Beberapa pengguna mulai melaporkan pemulihan layanan sejak Minggu pagi (25/5), meski sebagian masih mengalami bug minor. Pengguna disarankan untuk memperbarui aplikasi X ke versi terbaru guna memastikan kestabilan penuh.
Meskipun insiden ini menimbulkan kemarahan publik, banyak yang memuji transparansi dan respons cepat dari tim X dan Elon Musk sendiri.
Kini, publik menantikan janji Elon Musk: apakah gangguan serupa akan benar-benar bisa dicegah di masa depan, atau justru menjadi sinyal bahwa platform X butuh reformasi infrastruktur besar-besaran?


