JAKARTA – Pembalap andalan Monster Energy Yamaha MotoGP Team, Fabio Quartararo, menunjukkan sinyal kebangkitan yang tak terbantahkan musim ini. Setelah menghadapi masa-masa sulit, pembalap asal Prancis yang dijuluki El Diablo ini kembali memanaskan persaingan di lintasan dengan pole position beruntun dan podium gemilang di Jerez.
Dengan momentum yang terus meningkat, Quartararo kini bersiap membawa performa impresifnya ke Grand Prix Inggris. Namun, di balik kebangkitannya, tersimpan pendekatan disiplin dan cerdas dalam latihan fisik dan mental, yang menjadi fondasi penting dalam kembalinya ke performa terbaik.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Muscle & Fitness, Quartararo membagikan kisah perjalanan kariernya dari awal yang sederhana hingga menjadi sorotan dunia.
“Ayah saya dulu juga balapan, dan saya mulai naik motor sejak usia 4 tahun,” tuturnya. “Awalnya hanya bermain-main, tapi lama-kelamaan itu berubah jadi gairah yang kuat,” ujarnya dikutip Holopis.com dari laman MotoGP, Kamis (22/5).
Bakatnya dengan cepat melejit. Pada usia 14 tahun, Quartararo sudah mengukir prestasi besar dengan menjuarai kejuaraan Spanyol dua kali berturut-turut, yang kemudian membuka jalan menuju Kejuaraan Dunia.
“Saat itu saya sadar, saya punya potensi untuk benar-benar meraih impian saya di MotoGP,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Kesuksesan di lintasan tak datang tanpa kerja keras. Quartararo mengungkap bahwa ia menjalani program latihan fisik yang sangat spesifik, disesuaikan dengan tuntutan unik MotoGP.
“Kami melatih tubuh bagian atas, serta komponen kardio untuk kaki. Tapi intinya bukan hanya soal kekuatan, melainkan bagaimana menjadi kuat dengan bobot tubuh seringan mungkin,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa setiap sirkuit memiliki karakteristik unik, sehingga rutinitas latihannya pun fleksibel. Beberapa lintasan banyak berbelok ke kiri, yang menuntut kekuatan lebih di trisep dan otot inti.
“Itulah mengapa kami harus menyesuaikan latihan untuk setiap lintasan,” tambahnya.
Menariknya, Quartararo telah mengalami 11 operasi dan beberapa cedera serius, termasuk patah pergelangan tangan. Namun, semangat dan komitmennya untuk bangkit tak pernah surut.
“Jika Anda pulih dengan cara yang benar, itu tidak akan terlalu memengaruhi Anda dalam jangka panjang. Saya masih bisa berlatih seperti biasa,” ungkapnya.
Meski dikenal disiplin, Quartararo juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan mental. Bersama ahli gizinya, ia kadang menikmati es krim sebagai bentuk relaksasi. “Itu baik untuk mental saya. Tidak harus 100% sempurna setiap saat,” katanya sambil tertawa.
Dengan tekad, pengalaman, dan latihan yang matang, Fabio Quartararo kini bukan hanya kembali kompetitif, tetapi juga menjadi ancaman nyata di setiap seri MotoGP. Para penggemar pun menantikan apakah El Diablo akan terus konsisten dan kembali merebut mahkota juara dunia.


