KARAWANG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Dedi, melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang pada Rabu, 21 Mei 2025.
Kunjungan ini merupakan wujud komitmennya untuk menemui Kang Edwin, ayah dari almarhum bayi yang meninggal dunia sesaat setelah dilahirkan, dalam rangka menyikapi musibah yang menimpa keluarga tersebut.
Dalam kesempatan itu, Kang Dedi memediasi pertemuan antara pihak keluarga dan manajemen RSUD. Hasilnya, komunikasi antara Direktur Utama RSUD dan Kang Edwin berjalan baik dan terbuka.
Kesalahpahaman yang sempat terjadi berhasil diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak RSUD pun menyampaikan permohonan maaf atas kurang lengkapnya informasi yang sebelumnya diberikan kepada keluarga pasien. Kang Edwin menerima permintaan maaf tersebut dan menyatakan saling memaafkan.
Bupati Karawang, Aep Saepulloh, yang turut mendampingi Gubernur, menuturkan bahwa beban pelayanan di RSUD Karawang sangat tinggi.
“Kami sampaikan kepada Pak Gubernur, bahwa RSUD kita ini seringkali mengalami overload. Hampir 99 persen pasien merupakan peserta BPJS. Bahkan, banyak pasien dari rumah sakit swasta akhirnya dirujuk ke RSUD,” jelas Bupati Aep, seperti dikutip Holopis.com.
Ia menekankan bahwa sebagai fasilitas kesehatan rujukan utama di Kabupaten Karawang, RSUD tidak boleh menolak pasien. Namun demikian, pihaknya terus mengingatkan tenaga kesehatan agar tetap mengedepankan pelayanan yang ramah.
“Kami terus mendorong perawat, bidan, dan dokter untuk memberikan pelayanan dengan Senyum, Sapa, dan Salam. Mari tunjukkan bahwa kita melayani masyarakat secara profesional dan sepenuh hati,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Dedi Mulyadi menyoroti akar permasalahan sistem layanan kesehatan yang menurutnya bermula dari hilangnya peran petugas medis di tingkat desa.
“Kenapa sih masalah ini bisa terjadi? Karena desa sekarang kehilangan mantri. Dulu, kalau di desa saya ada yang sakit, langsung ke mantri puskesmas terdekat, tidak perlu ke rumah sakit. Maka itu, saya ingin peran perawat desa dihidupkan kembali,” tegas Kang Dedi.
Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan, khususnya di Karawang, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

