JAKARTA – Aktor Rio Dewanto baru saja didapuk bermain dalam film produksi Come and See Pictures ini disutradarai Kevin Rahardjo dan Rafki Hidayat dengan Joko Anwar dan Tia Hasibuan sebagai produser terbaru berjudul ‘Legenda Kelam Malin Kundang’. Saking totalitasnya, Rio mengaku banyak menempuh menempuh perjalanan panjang yang tak sekadar menantang fisik, tetapi juga batin.
Film dengan genre Thriller misteri itu terinspirasi dari dongeng lokal Indonesia bertajuk Malin Kundang. Namun, kata Joko, ada beberapa penyesuaian dengan konteks hari ini tentunya dengan konflik yang lebih intens.
Malin Kundang sendiri dikenal sebagai sebuah legenda masyarakat tentang seorang anak durhaka yang berasal dari legenda Minangkabau, Padang, Sumatera Barat. Namun film ‘Legenda Kelam Malin Kundang’ ini coba dikemas dalam cerita masa kini, lewat tokoh seniman lukisan mikro bernama Alif yang diperankan oleh Rio Dewanto.
Demi mendalami peran tersebut, Rio mempelajari teknik micro-painting, berlatih melukis detail dalam skala nyaris tak kasatmata dengan bantuan mikroskop. Teknik tersebut juga menggunakan medium seperti batu dan beras. Rio pun turut mempelajari seluk-beluk tentang pelukis skala mikro untuk mendukung pendekatannya dalam memerankan Alif.
”Riset ini membantu pemeranan untuk saya bisa masuk ke karakter ini (tokoh Alif), mempelajari penyusunan emosi, dan membantu deliver pesan yang akan disampaikan,” ujar Rio di Jakarta, Senin (19/5).
Tak hanya itu, Rio juga mempelajari beberapa dialek bahasa Minang demi membangun karakter yang hidup. Ia mengatakan, pemahaman bahasa membantu menggali lapisan emosi tokoh yang tumbuh dalam konflik antara tradisi dan trauma
Rio mengaku proses belajar bahasa Minang dibantu sang sutradara yang merupakan orang asli Minangkabau, Rafki Hidayat. ”Ya, belajar juga (bahasa Minang), tapi tetap dibantu sama Rafki,” ucapnya.
Peran ini, bagi Rio, bukan sekadar tantangan teknis, melainkan juga kesempatan menyelami kembali cerita lama dengan cara yang baru. Sebuah kisah klasik yang kini diberi nafas segar, lewat lensa seni, bahasa, dan luka yang lebih manusiawi.
Film Legenda Kelam Malin Kundang menceritakan perjalanan hidup seniman lukisan mikro bernama Alif diperankan Rio Dewanto.
Setelah pulih dari kecelakaan, dokter mengingatkan bahwa ingatannya belum pulih sepenuhnya. Ketika dia pulang ke rumah dijemput oleh istrinya yang bernama Nadine (Faradina Mufti) dan anaknya Emir (Jordan Omar), dia diberitahu bahwa ibunya akan datang berkunjung dari kampung untuk pertama kalinya.
Masalahnya, Alif tidak ingat wajah ibunya, bahkan tidak ingat sama sekali tentang masa lalunya. Ketika perempuan itu tiba, dia curiga bahwa perempuan itu bukan ibunya.

