Harga Emas Anjlok Imbas Perang Dagang AS-China Mereda, Kok Bisa?


Oleh : Khoirudin Ainun Najib

JAKARTA – Harga emas dunia mencatat penurunan tajam pada pekan ini, seiring dengan meredanya tensi perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China, serta membaiknya sentimen terhadap aset berisiko, seperti saham.

Dikutip Holopis.com dari laman resmi tradingeconomics, Emas spot (XAU/USD) ditutup di level USD3.204,45 per troy ons pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (16/5). Angka ini merosot 3,64 persen dalam sepekan.

Sejak mencetak rekor bulanan di level USD3.422,80 pada 6 Mei lalu, harga emas telah terpangkas lebih dari 7 persen. Pelemahan ini dipicu oleh kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China terkait pemangkasan tarif impor.

Menurut laporan MT Newswires, kesepakatan tersebut mendorong investor global untuk kembali masuk ke aset berisiko seperti saham. Indeks saham S&P 500 dilaporkan naik 4,5 persen sejak kesepakatan dicapai pada akhir pekan lalu, menekan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

“Di tengah serangan perdagangan, kemungkinan terjadinya resesi meningkat secara signifikan,” ujar World Gold Council seperti dikutip dari MT Newswires, Minggu (18/5).

Meski tensi perang dagang mulai mereda, risiko global belum sepenuhnya hilang. Gencatan senjata antara India dan Pakistan masih terjaga stabil, namun pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina dinilai masih jalan di tempat.

Dari sisi ekonomi makro, data inflasi Amerika Serikat yang cenderung melunak turut memperkuat ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter. Federal Reserve (The Fed) diprediksi akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali pada tahun ini.

Namun, Ketua The Fed Jerome Powell mengingatkan bahwa inflasi masih bisa bergejolak ke depan akibat gangguan rantai pasok yang semakin sering terjadi. Hal ini, menurutnya, berpotensi menyulitkan bank sentral dalam menjaga stabilitas harga.

Meskipun harga emas saat ini sedang tertekan, ketidakpastian global dan potensi penurunan aset lain masih bisa menjadi alasan kuat bagi investor untuk tetap melirik logam mulia ini sebagai perlindungan jangka panjang.

Tampilan Utama