JAKARTA – Tinggal hitungan hari, final Liga Europa 2025 akan berlangsung di Bilbao, Spanyol. Jika tak ada aral melintang, duel bergengsi yang sangat dinantikan pecinta sepak bola di seluruh dunia itu akan berlangsung pada Kamis (22/5) dini hari WIB.
Menariknya, duel pamungkas nanti mempertemukan dua wakil Inggris yang sama-sama gagal dalam perburuan gelar Premier League musim ini, yakni Manchester United dan Tottenham Hotspur.
Seperti diketahui, hingga pekan ke-36 Manchester United semakin terpuruk di posisi ke-16 dengan torehan 39 poin. Kinierja buruk di kasta tertinggi Inggris membuat seluruh pemain, terlebih Ruben Amorim sebagai pelatih mendapat sorotan tajam.
Jadi, bisa dibilang, gelar juara Liga Europa 2025 merupakan harga mati bagi Bruno Fernandes dan kawan-kawan.
Sementara, Spurs juga tak kalah apes. Mereka terkapar di posisi ke-17 atau berada satu strip di bawah Manchester United. Oleh karena itulah, Spurs juga bakal ngotot menyingkirkan Setan Merah di final.
Jelang bentrok, ada kabar tak sedap bagi Setan Merah. Dilaporkan, jika mereka berhasil menjadi juara ga Europa 2025 mereka justru merugikan keuangan klub yang tak sedikit yang mencapai 30 juta paun atau setara Rp660 miliar. Loh?
The Telegraph mewartakan, bila Red Devils juara itu sama saja berpotensi membuat lonjakan pengeluaran gaji yang ditaksir bisa menembus 30 juta paun bahkan lebih.
Wajar sebenarnya. Soalnya berdasarkan perjanjian kontrak yang disepakati antara menajemen dan pemain disebutkan kalau Ruben Amorim dan pasukannya juara di Bilbao mereka dijanjikan kenaikan gaji sebesar 25 persen, belum termasuk bonus.
Terlepas dari besarnya uang yang bakal digelontorkan manajemen, fans setia Manchester United berharap tim kesayangannya bisa mengalahkan Spurs.
Kemenangan sangat penting, mengingat performa buruk Setan Merah di kompetisi domestik sepanjang musim ini.

