NTT – Kehadiran aktif Simson Polin, suami Wakil Bupati Rote Ndao, dalam berbagai kegiatan pemerintahan daerah belakangan ini telah menjadi sorotan masyarakat.
Berdasarkan pantauan, di setiap kegiatan pemerintahan selalu Simson Polin lebih banyak menghabiskan waktu mendampingi istrinya dalam kegiatan pemerintahan daerah daripada menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota DPRD Provinsi NTT.
Pengamat politik Aksi Sinurat menilai situasi ini telah menimbulkan keresahan yang meluas di tengah masyarakat Rote Ndao. Dan bahkan secara modal dan etika pemerintahan tak etis
“Publik pasti mempertanyakan efektivitas pemerintahan daerah dan kepemimpinan di kabupaten tersebut. Pertanyaan-pertanyaan krusial muncul: Apakah kehadiran Simson Polin dalam berbagai kegiatan pemerintahan daerah sudah sesuai dengan etika dan kewenangannya sebagai anggota legislatif?” ucap Aksi Sinurat kepada Holopis.com seperti dikutip Sabtu (17/5).
“Apakah hal ini tidak menimbulkan konflik kepentingan dan mengaburkan garis antara peran eksekutif dan legislatif? Lebih jauh lagi, benarkah dugaan sabotase pemerintahan yang ditujukan kepada beliau?” sambungnya.
Aksi Sinurat kemudian menekankan bahwa kejelasan peran dan tanggung jawab Simson Polin menjadi sangat penting. Oleh karena itu perlu ditegaskan batasan kewenangannya sebagai anggota DPRD Provinsi NTT dan sejauh mana keterlibatannya dalam pemerintahan daerah Rote Ndao masih dapat dipertanggungjawabkan.
“Oleh karena itu, diperlukan mekanisme yang efektif untuk memastikan agar peran ganda ini tidak menghambat jalannya pemerintahan yang baik dan efektif di Rote Ndao, serta menjaga marwah lembaga legislatif,” tegasnya.

