JAKARTA – Teroris Papua diduga melakukan serangan balasan terhadap aparat hukum dengan melakukan serangan di wilayah Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah.
Dimana kali ini dua anggota Brimob setempat harus tewas meregang nyawa saat diserang oleh teroris Papua di tempat terbuka.
Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Rahmadani mulanya menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (15/5) sekitar pukul 17.35 WIT.
“Kasusnya masih didalami,” kata Faizal seperti dikutip Holopis.com dari Antara, Jumat (16/5).
Dua anggota Brimob yang menjadi korban diketahui bernama Bripda Dedi Tambunan dan Bharada Raimon Rirey. Kedua pria yang sama-sama berusia 20 tahun itu diketahui tengah membeli bahan bakar minyak (BBM) dengan sepeda motor di kawasan Kampung Usir Belakang, yang berjarak sekitar 50 meter dari pos penjagaan Brimob.
Tanpa peringatan, mereka menjadi sasaran tembakan yang diduga dilakukan oleh OTK. Luka tembak yang diderita mengenai bagian dada kanan dan menembus hingga punggung, yang menyebabkan keduanya meninggal dunia di tempat kejadian.
Sementara itu, Kasatgas Humas Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengungkapkan jika pelaku penyerangan itu adalah teroris Papua atau KKB (kelompok kriminal bersenjata) yang dipimpin oleh Ternus Enumbi.
Insiden penembakan anggota Brimob hingga tewas itu memicu kontak tembak antara aparat dan kelompok bersenjata. Dia mengungkapkan jika warga sekitar sempat mendengar suara tembakan.
Pelaku penembakan diduga menggunakan sepeda motor milik adik dari anggota KKB bernama Bumiwolo Enumbi. Bumiwolo sendiri sebelumnya dilaporkan tewas dalam operasi TNI yang digelar pada Sabtu (10/5/2025) di Kampung Kalome, Ilamobrawi, wilayah Puncak Jaya.
Saat ini jenazah dua anggota Brimob yang menjadi korban penembakan KKB tersebut telah dibawa ke RSUD Mulia untuk proses lebih lanjut.
Saat ini, aparat gabungan terus melakukan pencarian dan pengejaran terhadap kelompok pelaku di sekitar lokasi kejadian.

