PAMEKASAN – Dua bocah asal Desa Palesanggar, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Jawa Timur, dilaporkan hanyut terseret sungai, pada Selasa (13/5) siang.
Keduanya merupakan adik kakak, yaitu Mohammad Hosairi (11) dan Mohammad Abdullah (8).
Kabar hilangnya dua bersaudara itu viral di media sosial, dengan memperlihatkan situasi pencarian korban.
“Ini putranya Kiyai As’ari Desa Palesanggar hilang terseret banjir sungai,” ucap perekam video.
Kapolsek Pegantenan, Iptu Heri Siswanto, mengatakan, korban semula sedang bermain air hujan di selokan depan rumahnya.
Secara tiba-tiba, aliran air semakin membesar dan arus deras. Korban kemudian terseret ke sungai sekira pukul 11.00 WIB.
“Saat itu kondisi hujan sangat deras. Mereka bermain di aliran air. Tiba-tiba arus deras hanyutkan mereka ke sungai,” papar Iptu Heri, Rabu (14/5).
Selanjutnya, tim gabungan mulai Polisi, TNI, BPBD, relawan, serta warga setempat melakukan pencarian korban.
Beruntung, korban atas nama Mohammad Abdullah berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Kejadian itu memantik hadirnya Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan, Sukriyanto ke rumah korban.
“Sedangkan sang kakak belum ditemukan sampai sekarang,” tambahnya.
Dilaporkan, pencarian akan dilanjutkan kembali pada hari ini bersama tim gabungan.
Sementara poster ucapan duka atas kehilangan korban terus berseliweran di media sosial.
“Untuk saat ini kondisi cuaca tidak menentu, sehingga kami juga selalu mengimbau masyarakat yang memiliki anak kecil agar tidak bermain di sungai, khawatir air besar secara tiba-tiba, apalagi tidak bisa berenang bisa fatal,” pungkasnya.


