Tolak Barak Militer, Jakarta Pilih Cara Kreatif Cegah Tawuran Pelajar

0 Shares

JAKARTA – Bermacam-macam cara dilakukan kepala daerah untuk mengatasi anak bermasalah di wilayahnya. Seperti yang dilakukan Pemprov Daerah Khusus Jakarta, alih-alih mengikuti jejak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Jakarta memilih cara lain yang dinilai tidak kalah ampuh.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim mengatakan, memasukkan siswa nakal ke barak militer tak akan diterapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.

- Advertisement -

Menurutnya, Pemprov Jakarta sudah melakukan upaya-upaya untuk mengatasi tawuran yang marak di ibu kota.

“Enggak ada (kebijakan soal barak militer). Jakarta mempunyai kebijakan tersendiri terkait dengan menertibkan warga, mendidik anak-anaknya dan membina warganya,” ucapnya, saat ditemui di Balaikota, Rabu (13/5).

- Advertisement -

Pria yang akrab di sapa Chico menyebut mengungkapkan Pemprov Jakarta lebih memilih menggunakan cara lain, salah satunya mengadakan kegiatan yang positif.

Dengan begitu, anak muda di Jakarta tak punya waktu lagi untuk melakukan kegiatan negatif seperti tawuran.

“Taman dibuka sampai malam, artinya membuka ruang bagi anak-anak untuk berkreasi di tempat yang seharusnya, termasuk perpustakaan,” ujarnya.

Selain itu, Chico mengeklaim, Pemprov Jakarta akan tegas dalam menindak pelaku tawuran. Salah satunya dengan menggelar

operasi gabungan dengan melibatkan unsur TNI/Polri pun terus digencarkan di daerah-daerah rawan.

“Jadi artinya memang selalu ada koordinasi terkait operasi yang dilakukan dan memang tidak ada tempat untuk kekerasan di Kota Jakarta dan sampai hari ini (operasi penertiban) masih terus dilakukan,” tuturnya.

Bahkan, sambungnya, sudah ada beberapa pelaku tawuran yang ditangkap dan diproses hukum.

Hanya saja, dirinya tak merinci berapa jumlah pelaku tawuran yang telah diserahkan kepada aparat kepolisian.

“Harapan kami tentu apa yang menjadi operasi ini bukan hanya menangkap ayau memproses hukum, tapi juga memberikan efek jera dan efek takur atau shock therapy.”

“Sehingga kegiatan-kegiatan yang ilegal dan khususnya berbentuk kekerasan itu bisa dicegah,” tutupnya.

 

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru