JAKARTA – MotoGP Prancis 2025 menjadi akhir pekan yang ingin segera dilupakan oleh Francesco “Pecco” Bagnaia. Dua balapan—dua kegagalan. Sang juara bertahan Ducati pulang dari Le Mans tanpa satu pun poin.
Memulai balapan utama hari Minggu (11/5) dari posisi keenam, harapan Bagnaia langsung pupus setelah terlibat insiden di tikungan pertama. Ia disenggol rekan setimnya, Enea Bastianini, yang membuatnya terjatuh dan menyeret Joan Mir dalam kekacauan itu.
Meski berhasil bangkit dan melanjutkan lomba, Bagnaia hanya mampu finis di posisi ke-16, jauh dari zona poin. Hasil ini menambah daftar kekecewaan, setelah sebelumnya juga terjatuh di sprint race hanya dua lap setelah start saat berada di posisi keempat.
“Ini adalah akhir pekan yang benar-benar ingin aku lupakan,” ujar Bagnaia seperti dikutip Holopis.com dari Autosport, Rabu (14/5).
“Ini pertama kalinya aku mencetak nol poin di hari Sabtu dan Minggu. Kami tidak membawa pulang apa pun,” sambungnya.
Masalah utama menurut Bagnaia terletak pada ketidakstabilan motor Ducati saat lintasan mulai basah. Ia mengeluh kurangnya respons motor, terutama di bagian depan, yang membuat performanya menurun drastis.
“Aku sebenarnya merasa kuat di awal, tapi motor tidak memberi kenyamanan. Ketika lintasan mulai basah, seharusnya motor memberikan reaksi, tapi yang ini tidak. Itu membuat segalanya memburuk,” ungkap pebalap asal Italia berusia 28 tahun itu.
Bagnaia mengaku strateginya sudah tepat, bahkan satu-satunya yang mengikuti ritmenya adalah Johann Zarco, yang akhirnya meraih kemenangan di kandang sendiri. Namun semua strategi itu jadi sia-sia karena performa motor yang mengecewakan.
Kegagalan ganda ini tentu menjadi pukulan telak bagi Bagnaia dan Ducati, yang kini harus segera berbenah jika ingin tetap bersaing dalam perebutan gelar MotoGP 2025.


