JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengungkapkan dukungan penuh dari Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk sektor perumahan di Indonesia.
Dukungan ini menjadi dorongan besar bagi Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah.
“Saya sudah berbicara langsung dengan Presiden Prabowo dan mendapat arahan jelas bahwa Danantara siap men-support penuh sektor perumahan,” ujar Maruarar usai pertemuan dengan Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo dan Kepala Danantara Rosan Roeslani dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (13/5).
Maruarar menyebut, pihaknya kini sedang menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah perbankan, baik BUMN maupun swasta, termasuk BCA, untuk menyusun skema pembiayaan yang dapat mempercepat pembangunan rumah rakyat.
“Pada waktunya, kami akan umumkan ke publik bentuk dukungannya, nilai investasi, dan skemanya. Ini baru langkah awal, tapi menunjukkan keseriusan Presiden terhadap kebutuhan wong cilik,” tambahnya.
Salah satu gagasan terobosan yang dibahas adalah pemanfaatan aset negara berupa lembaga pemasyarakatan (lapas) yang berada di pusat kota, seperti Lapas Salemba dan Lapas Cipinang, yang akan dialihfungsikan menjadi kawasan perumahan. Menurut Maruarar, ide “Penjara Menjadi Rumah” merupakan pemikiran brilian dari Presiden Prabowo bersama Pak Wiranto.
“Nanti nilai asetnya akan dinilai dan akan dipindahkan ke lokasi yang layak. Ini solusi jangka panjang untuk memperluas ketersediaan lahan perumahan di tengah kota,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses akan dilakukan dengan prinsip tata kelola yang baik dan akuntabel. Pemerintah akan menggandeng BPKP, Kejaksaan, dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara sejak tahap awal untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi.
“Kita ingin pembangunan ini berdiri di atas kaki sendiri, dan Danantara adalah bukti nyata kepercayaan global terhadap kekuatan kita sendiri,” ujarnya.
Maruarar juga menyampaikan bahwa rapat lanjutan akan digelar Rabu depan di lokasi Lapas Cipinang untuk membahas rencana transformasi aset negara menjadi hunian.


