JAKARTA – Presiden Rusia Vladimir Putin pada Minggu (11/5) mengusulkan dimulainya kembali negosiasi langsung dengan Ukraina pada 15 Mei mendatang. Namun Putin menyampaikan bahwa pembicaraan itu bisa dilakukan di Istanbul, Turki.
“Rusia tetap berkomitmen pada negosiasi serius dengan Ukraina untuk mengatasi akar penyebab konflik yang sedang berlangsung dan meletakkan dasar bagi perdamaian yang langgeng dan stabil,” demikian disampaikan Putin dalam konferensi persi di Kremlin, Rusia, dikutip Holopis.com, Senin (12/5).
Putin mengungkapkan kemungkinan kesepakatan gencatan senjata dapat didiskusikan dalam negosiasi yang diusulkan, tetapi menekankan gencatan senjata seperti itu haruslah bersifat tulus dan dipatuhi oleh kedua belah pihak.
Pada Sabtu (10/5), Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengatakan Kiev siap melakukan gencatan senjata “penuh dan tanpa syarat” selama 30 hari dengan Rusia mulai Senin (12/5).
Ukraina Bersikap Was-was, Namun Tetap Berpikir Positif
Zelenskyy lalu berharap agar Rusia bisa mengonfirmasi untuk gencatan senjata, dan bisa dimulai secepatnya yaitu besok. Jika sudah ada kepastian demikian, Zelenskyy mengatakan maka Ukraina siap untuk bertemu dengan Rusia.
“Kami berharap Rusia mengonfirmasi gencatan senjata penuh berkelanjutan, dan dapat diandalkan mulai besok, 12 Mei dan Ukraina siap untuk bertemu,” lanjutnya.
Sebagai informasi Sobat Holopis, Vladimir Putin membuat usulan gencatan senjata dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi di Kremlin. Pernyataan itu diucapkan setelah Presiden AS Donald Trump mendesak kedua belah pihak agar menyetujui gencatan senjata setidaknya 30 hari.
Tetapi Vladimir Putin menjelaskan bahwa perjanjian gencatan senjata adalah sesuatu yang ia usulkan untuk dibicarakan di Istanbul Turki pada tanggal 15 Mei mendatang.


