JAKARTA – Tanggal merah sering kali menjadi momen yang ditunggu-tunggu untuk beristirahat, mengejar hobi, atau mencoba sesuatu yang baru. Jika Sobat Holopis ingin mengisi waktu libur dengan kegiatan yang tenang tapi memuaskan, membuat sourdough bread bisa jadi pilihan yang tepat. Posesnya memang butuh kesabaran, tapi hasilnya sepadan: roti sehat, bertekstur unik, dan kaya rasa.
Sourdough adalah roti yang dibuat tanpa ragi instan. Sebagai gantinya, adonan difermentasi dengan starter alami campuran tepung dan air yang dibiarkan berfermentasi selama beberapa hari. Proses alami ini menghasilkan roti yang lebih mudah dicerna dan memiliki rasa khas yang sedikit asam namun lezat.
Berikut langkah membuatnya, mulai dari starter hingga roti siap dipanggang :
Bahan Membuat Starter (Hari ke-1 sampai Hari ke-7)
- 100 g tepung terigu serbaguna atau tepung rye
- 100 ml air bersih (suhu ruang)
Cara membuat starter sourdough :
- Campur tepung dan air dalam wadah kaca atau plastik, aduk rata hingga tidak ada gumpalan.
- Tutup longgar dengan kain bersih dan simpan di tempat hangat (sekitar 24–28°C).
- Setiap hari selama 7 hari, buang setengah starter dan beri makan dengan 100 g tepung + 100 ml air.
- Setelah hari ke-5 hingga ke-7, starter akan mulai berbuih, beraroma asam segar, dan menggandakan volume. Ini tanda starter siap digunakan.
Bahan Membuat Sourdough Bread (untuk 1 roti ukuran sedang)
- 500 g tepung terigu protein tinggi
- 350 ml air
- 100 g sourdough starter aktif
- 10 g garam
Cara Membuat :
- Campur tepung dan air dalam mangkuk besar, aduk rata tanpa perlu diuleni. Diamkan selama 1 jam agar gluten mulai terbentuk.
- Masukkan starter dan garam ke dalam adonan, aduk rata. Gunakan metode stretch and fold (tarik dan lipat adonan ke dalam) selama beberapa menit.
- Tutup adonan dan biarkan mengembang selama 4–6 jam pada suhu ruang. Selama fermentasi, lakukan stretch and fold setiap 30–45 menit sebanyak 3–4 kali untuk memperkuat struktur adonan.
- Setelah mengembang, keluarkan adonan ke meja yang telah ditabur sedikit tepung.
- Bentuk bulat atau oval sesuai loyang, lalu diamkan 20 menit untuk bench rest.
- Letakkan adonan di keranjang proofing (bisa pakai saringan plastik berlapis kain bersih) yang telah ditabur tepung. Tutup dan simpan di lemari es selama 8–12 jam agar fermentasi lambat membentuk rasa dan struktur yang lebih baik.
- Panaskan oven ke suhu 230°C bersama dengan loyang besi atau cast iron di dalamnya selama 30 menit. Keluarkan adonan dari kulkas, iris permukaannya (scoring) agar uap bisa keluar, lalu segera panggang dalam loyang panas selama 30–35 menit hingga kulit roti cokelat keemasan dan terdengar renyah saat diketuk.
Tanggal merah bisa terasa lebih menyenangkan dengan aroma roti hangat dari oven. Membuat sourdough bukan hanya soal memasak, tapi juga merawat proses fermentasi yang hidup, penuh kesabaran, dan hasil akhirnya bisa jadi kebanggaan.
Selamat mencoba, Sobat Holopis!


