JAKARTA – Setiap tanggal 12 Mei, dunia memperingati Hari Perawat Internasional sebagai bentuk penghargaan atas jasa para perawat yang telah berkontribusi besar dalam sistem pelayanan kesehatan global. Tanggal ini bukan sekadar penanda perayaan, melainkan momen penting untuk merefleksikan kembali peran vital perawat dalam menjaga kesehatan masyarakat dan memperjuangkan hak-hak profesi yang selama ini kerap terabaikan.
Berikut ini adalah lima alasan utama mengapa Hari Perawat Internasional begitu penting untuk dirayakan dan dipahami secara luas.
1. Menghargai Peran Perawat di Garis Depan
Perawat bukan hanya bagian dari sistem pelayanan kesehatan mereka adalah ujung tombaknya. Baik di rumah sakit, puskesmas, hingga di tengah komunitas terpencil, perawat hadir sebagai garda terdepan dalam merawat pasien.
Hari Perawat Internasional menjadi pengingat bahwa dedikasi mereka, yang sering kali dijalankan tanpa pamrih dan di tengah keterbatasan, pantas mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya. Tanpa kehadiran perawat, layanan kesehatan tidak akan berjalan dengan lancar.
2. Mengangkat Isu Kesejahteraan Perawat
Di balik senyum dan semangat perawat saat melayani pasien, banyak dari mereka harus menghadapi realitas berat seperti tekanan kerja yang tinggi, kekurangan tenaga, jam kerja panjang, hingga minimnya insentif dan fasilitas pendukung.
Peringatan Hari Perawat Internasional memberikan ruang untuk menyoroti persoalan-persoalan ini secara terbuka. Isu kesejahteraan perawat bukan sekadar persoalan profesi, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas layanan kesehatan secara keseluruhan.
3. Mendorong Reformasi Kebijakan
Hari Perawat Internasional juga menjadi platform penting untuk mendorong perubahan kebijakan yang berpihak pada profesi perawat. Kebutuhan akan pendidikan lanjutan, pelatihan berkelanjutan, penggajian yang adil, serta lingkungan kerja yang aman menjadi topik penting dalam peringatan ini. Dengan meningkatkan kualitas hidup dan dukungan terhadap perawat, sistem kesehatan dapat menjadi lebih kuat dan tangguh dalam menghadapi tantangan global, termasuk krisis kesehatan seperti pandemi.
4. Menjaga Warisan Florence Nightingale
Peringatan ini tak lepas dari sosok Florence Nightingale, pelopor keperawatan modern yang lahir pada 12 Mei. Warisannya dalam mengutamakan kebersihan, kedisiplinan, dan kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan menjadi dasar filosofi profesi keperawatan hingga saat ini.
Hari Perawat Internasional menjadi momen untuk meneladani semangat perjuangannya dan meneruskan nilai-nilai luhur tersebut kepada generasi perawat masa kini dan masa depan.
5. Menguatkan Solidaritas Global
Hari Perawat Internasional dirayakan di seluruh dunia dan membawa pesan penting tentang solidaritas antarprofesi. Dalam momen ini, perawat dari berbagai negara saling berbagi pengalaman, tantangan, dan solusi untuk meningkatkan sistem kesehatan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan. Persatuan ini menjadi kekuatan besar yang mendorong perubahan positif di tingkat lokal hingga global.
Hari Perawat Internasional bukan sekadar seremonial tahunan. Ia adalah suara kolektif untuk perubahan, penghargaan, dan harapan bagi masa depan profesi keperawatan. Dengan memperingatinya, Sobat Holopis turut menunjukkan bahwa dunia peduli dan menghargai mereka yang setiap hari merawat, menyembuhkan, dan memberi harapan tanpa mengenal lelah.

