JAKARTA – Setiap hubungan seintim apapun, akan sampai pada titik yang membosankan. Rutinitas, stres, dan kurangnya eksplorasi bisa membuat aktivitas seksual terasa seperti ‘pekerjaan rumah’.
Bahkan, sebuah survei dari Archives of Sexual Behavior menunjukkan bahwa 63 persen pasangan dalam kurun waktu panjang, pernah merasa bosan dalam hubungan seksual mereka.
Saat inilah banyak pasangan mulai mencari jalan keluar. Salah satunya dengan mengenal praktik BDSM (Bondage, Discipline, Dominance, Submission, Sadism, dan Masochism).
BSDM Bukan Sekadar Main Kasar
BDSM sering disalahartikan sebagai kekerasan atau perilaku ekstrem. Padahal, esensi utamanya adalah konsensualitas, atau semua dilakukan atas dasar kesepakatan dan komunikasi yang jelas antara pasangan.
Menurut American Psychological Association (APA), praktik BDSM dapat mempererat hubungan emosional karena melibatkan tingkat kepercayaan yang tinggi. Banyak pasangan justru merasa lebih dekat setelah terlibat dalam roleplay atau eksperimen kekuasaan.
Kenapa BDSM Bisa Menghidupkan Kembali Gairah?
Ada banyak hal yang menjadi dasar mengapa BSDM yang sering dikaitkan dengan penyimpangan seksual ini membuat hubungan seksual kembali bergairah. Salah satunya BDSM membuka ruang bagi pasangan untuk jujur tentang fantasi dan keinginan mereka.
Selain itu, aktivitas BSDM yang umumnya dilakukan dengan saling mengikat tubuh, hingga bermain peran sebagai dominan atau submisif, menghadirkan sensasi berbeda yang memicu adrenalin dan eksitasi.
Namun banyak yang bertanya, apakah aktivitas BSDM ini aman? Jika dilakukan dengan edukasi dan persiapan yang baik, jawabannya tentu aman. Kuncinya adalah prinsip Safe, Sane, and Consensual (Aman, Masuk Akal, dan Disepakati Bersama).
Dalam melakukannya, gunakan alat dengan benar. Pahami dan komunikasikan dengan pasangan mengenai batasan-batadan yang ada. Jangan pernah memaksakan keinginan individu yang justru membuat pasangan tak nyaman.
Catatan Redaksi:
Artikel ini bertujuan memberikan edukasi dan tidak mendorong praktik yang bertentangan dengan nilai pribadi, agama, atau hukum yang berlaku. Selalu kedepankan kesehatan dalam hubungan intim!


