BNPB : Lima Desa di Kecamatan Bengalon Terendam Banjir


Oleh : Ronald Steven

JAKARTA - Bencana banjir merendam sejumlah wilayah yang ada di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, banjir terjadi pada Rabu, (7/5) akibat meluapnya aliran Sungai Bengalon.

"Kondisi itu menyebabkan sejumlah desa terendam air. Banjir ini mengakibatkan lima desa di Kecamatan Bengalon terendam air," kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (8/5).

Abdul menjelaskan desa-desa terdampak meliputi Desa Sepaso, Desa Sepaso Selatan, Desa Sepaso Barat, Desa Sepaso Timur, dan Desa Tepian Langsat.

Berdasarkan data sementara, terdapat 2.637 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak bencana banjir tersebut. Rinciannya yaitu 1.409 KK di Desa Sepaso, 459 KK di Desa Sepaso Selatan, 51 KK di Desa Sepaso Barat, 487 KK di Desa Sepaso Timur, dan 231 KK di Desa Tepian Langsat.

Dari sisi kerugian materiil, sebanyak 2.230 unit rumah terdampak. Rinciannya meliputi 1.268 unit rumah di Desa Sepaso, 442 unit di Desa Sepaso Selatan, 47 unit di Desa Sepaso Barat, dan 473 unit di Desa Sepaso Timur, sementara data untuk Desa Tepian Langsat masih dalam proses pendataan.

"Selain itu, tercatat 176 unit akses jalan ikut terdampak akibat banjir ini," ungkapnya.

Abdul memastikan bahwa BPBD Kabupaten Kutai Timur telah melakukan berbagai langkah penanganan darurat, termasuk pemantauan dan pengamatan informasi cuaca, serta pelaporan kondisi terkini banjir di Kecamatan Bengalon.

Kondisi terkini banjir belum menunjukkan tanda-tanda surut. Berdasarkan pantauan terakhir, ketinggian air justru terpantau mengalami kenaikan sekitar 2 cm dibandingkan hari sebelumnya.

"Situasi ini terus dimonitor oleh tim BPBD di lapangan untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan warga terdampak dapat tertangani dengan baik," ujarnya.

Masyarakat juga dihimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat beraktivitas di sekitar aliran Sungai Bengalon yang masih berpotensi meningkat debit airnya.

"Dihimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terdampak bencana, untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu," imbuhnya.

Tampilan Utama