SAMPANG – Insiden berdarah kembali terjadi di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Senin (5/5) malam.
Pria berinisial NH (22), warga Dusun Kombang, Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Sampang, tewas mengenaskan bersimbah darah.
Korban dibacok oleh pria berinisial FA (20), warga Dusun Taman, Desa Ketapang Laok, Sampang.
Kapolres Sampang, AKPB Hartono, menjelaskan, pemicu pertikaian hanya karena hal sepele, yakni ketersinggungan di media sosial.
Saat itu, pelaku yang bekerja part time sebagai juru parkir RSUD Ketapang membuat story WhatsApp bertuliskan “kumpulan anak tidak bagian aeragam” menggunakan handphone pacarnya.
Sontak, story itu dikomentari oleh korban dengan bahasa sinis dan memicu reaksi keras dari pelaku.
“Status di WA itu di komentari oleh korban, dengan bahasa putus urat malunya. Lalu dijawab lah oleh pelaku, saya tidak kenal kamu kok mulutnya kurang ajar sekali tidak punya otak,” kata Hartono, Selasa (6/5).
Emosi dengan bahasa kasarnya, korban kemudian mencari alamat pelaku untuk mendatanginya.
“Korban ini nanya ke pelaku ada di mana dan tunggu di situ. Akhirnya, korban datang ke rumah sakit dan bertemu lah dengan pelaku,” sambungnya.
Setibanya di lokasi, keduanya terlibat cekcok, lalu korban menampar pipi kanan pelaku sebanyak satu kali.
“Pelaku sakit hati dan mengeluarkan sebilah celurit di pinggang kirinya, dan membacok ke dada depan korban sekali,” ungkapnya.
Selanjutnya, korban mencoba lari, namun karena tidak kuat, akhirnya terjatuh di halaman depan rumah sakit.
“Korban meninggal dunia di RSUD Ketapang dengan luka bacok pada dada depan,” pungkasnya.
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 354 KUHP tentang penganiayaan berat hingga menewaskan seseorang.
Diketahui, insiden berdarah itu viral di media sosial warga Madura dengan video berisi kondisi korban yang bersimbah darah tengah dikerumuni warga.

