JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan performa perdagangan saham yang solid selama sepekan terakhir, periode 28 April hingga 2 Mei 2025. Seluruh indikator utama menunjukkan peningkatan, dengan lonjakan tertinggi tercatat pada volume transaksi harian.
“Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian Bursa pekan ini, yaitu sebesar 14,46 persen menjadi 20,87 miliar lembar saham dari 18,23 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmad, dalam keterangan resmi, Jumat (2/5).
Kenaikan juga terjadi pada frekuensi transaksi harian, yang naik 9,25 persen dari pekan sebelumnya. Sepanjang periode tersebut, rata-rata transaksi harian mencapai 1,21 juta kali, naik dari 1,11 juta kali transaksi pada pekan lalu.
“Peningkatan turut dialami oleh rata-rata nilai transaksi harian BEI selama sepekan yaitu sebesar 4,99 persen menjadi Rp11,61 triliun dari Rp11,06 triliun pada pekan sebelumnya,” jelas Kautsar.
Tren positif ini juga berdampak pada kapitalisasi pasar Bursa yang naik sebesar 2,33 persen. Dalam catatan BEI, kapitalisasi pasar kini berada di angka Rp11.831 triliun, naik dari posisi Rp11.561 triliun pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menguat 2,05 persen sepanjang pekan dan ditutup pada level 6.815,730, dari 6.678,915 pada pekan sebelumnya. Kinerja ini menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar, terutama di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi.
Adapun dari sisi investor asing, BEI mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp133,18 miliar pada hari terakhir perdagangan pekan ini. Namun secara akumulatif sepanjang tahun berjalan 2025, investor asing masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp50,58 triliun.


