Profil Ricky Siahaan, Gitaris Seringai yang Meninggal di Jepang

0 Shares

JAKARTA – Ricardo Bisuk Juara Siahaan atau lebih dikenal sebagai Ricky Siahaan, adalah seorang musisi dan produser Indonesia yang baru saja meninggal pada hari Sabtu (19/4). Gitaris Seringai tersebut meninggal setelah Seringai tampil di Jepang dan mengejutkan banyak pihak.

Ketertarikan Ricky pada musik Sobat Holopis, bermula sejak duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu, ia mulai menyukai band-band hard rock seperti Mötley Crüe dan Iron Maiden. Metallica menjadi favoritnya, dan ketertarikan itu kian mendalam saat ia duduk di bangku SMA.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Melihat teman-temannya membawa gitar ke sekolah dan dikelilingi lawan jenis, membuatnya terdorong untuk belajar. Lagu-lagu dari James Hetfield dan Billy Corgan pun menjadi materi belajarnya.

Berikut ini profil dari sosok Ricky Siahaan :

- Advertisement -
  • Nama: Ricardo Bisuk Juara Siahaan
  • Nama: Ricardo Siahaan
  • Tanggal lahir : 5 Mei 1976
  • Tempat lahir : Tanjung Pandan, Belitung, Indonesia

Langkah Awal di Dunia Musik

Tahun 1995, Ricky membentuk Chapter 69 bersama Deddy Mahendra Desta dan Cliff Rompies dua sahabatnya di SMA Negeri 68 Jakarta. Mereka memainkan lagu-lagu dari Smashing Pumpkins dan Ratcat. Dari sinilah ia mulai masuk lebih dalam ke komunitas musik bawah tanah, termasuk di Poster Cafe. Salah satu band yang sangat ia kagumi saat itu adalah Puppen dari Bandung, yang menurutnya memiliki kualitas produksi panggung luar biasa.

Ricky sempat bermain di Buried Alive, sebelum akhirnya bergabung dengan Stepforward pada 1999. Ia tidak hanya bermain gitar, tetapi juga membawa semangat profesionalisme dalam manajemen dan produksi. Album mereka, Stories of Undying Hope, dirilis pada 2001 dan menjadi penanda keseriusannya di dunia musik.

Terbentuknya Seringai

Kedekatannya dengan Arian13, mantan vokalis Puppen, membuka jalan bagi lahirnya band baru: Seringai. Bersama drummer Edy Khemod dan bassist Toan Sirait (kemudian digantikan Sammy Bramantyo), mereka membentuk band dengan semangat baru dan konsep musik yang berbeda. Mereka sempat membentuk band bernama Derai, namun merasa musiknya tidak cocok. Setelah memainkan lagu-lagu dari Black Sabbath dan Black Flag secara santai, konsep Seringai pun terbentuk secara natural.

Dengan Ricky sebagai komposer, gitaris, dan produser, Seringai merilis beberapa karya penting seperti High Octane Rock (2004), Serigala Militia (2007), Taring (2012), dan Seperti Api (2018). Band ini tampil di berbagai kota di Indonesia, bahkan hingga Malaysia, Singapura, dan Jepang. Salah satu pencapaian tertingginya adalah saat Seringai menjadi pembuka konser Metallica di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 2013.

Aktif di Luar Band

Sobat Holopis, Ricky juga sempat membentuk band metal Deadsquad bersama Stevie Item pada 2006, meski ia kemudian mengundurkan diri karena padatnya jadwal. Ia juga dikenal sebagai sosok vokal yang menentang RUU Permusikan tahun 2019 karena dinilai berpotensi menghambat kebebasan berekspresi musisi.

Kehidupan Pribadi dan Kepergian yang Mengejutkan

Ricky menikahi Tabita pada 14 Februari 2009, dan dikaruniai seorang putri bernama Kara Charmanita Haomasan Siahaan pada 4 November 2009.

Pada 19 April 2025, Ricky menghembuskan napas terakhir usai tampil bersama Seringai di Tokyo. Ia wafat akibat serangan jantung. Kepergiannya yang mendadak menjadi kehilangan besar bagi komunitas musik Indonesia.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis