Bahlil Kesal Kunjungannya ke Rumah Jokowi Jadi Bahan Politisasi


Oleh : Ronald Steven

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia akhirnya buka suara terkait dengan kedatangan dirinya ke rumah Jokowi saat Idul Fitri 1446 H yang lalu.

Bahlil bersikeras bahwa kehadirannya ke rumah Jokowi di Solo waktu itu sebatas kegiatan silahturahmi yang biasa dilakukan pada saat hari raya.

"Silaturahmi, ini Hari Raya, semua masyarakat itu disunahkan untuk melakukan silaturahmi tanpa batas. Dan sebagai umat muslim, momen Lebaran itu adalah momen di mana bertemu dan saling memaafkan, saling mendoakan," ucap Bahlil Lahadalia pada Rabu (16/4).

Bahlil pun membantah bahwa dirinya mempunyai tujuan lain mendatangi rumah Jokowi selain kegiatan silahturahmi.

"Saling membangun hubungan kekerabatan keluarga. Tidak lebih dari itu. Saya hadir bersama keluarga saya juga melakukan Hari Raya, pas hari raya ketujuh atau kedelapan waktu itu. Tidak ada hal-hal yang lain, yang ada adalah silaturahmi Hari Raya yang namanya Hari Raya, jangan dipolitisir," ujarnya.

"Ya, nanti tunggu Pemilu, Pileg, baru ada harinya. Jangan Hari Raya dijadikan hari politik, nggak ada," tegasnya.

Sebelumnya, isu 'matahari kembar' dilontarkan Mardani Ali Sera setelah sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Bahlil menemui Jokowi di Solo. Mardani menyebut silaturahmi merupakan kegiatan baik, tapi dia mewanti-wanti jangan sampai ada matahari kembar.

"Ya, yang pertama tentu silaturahmi tetap baik ya, tapi yang kedua tidak boleh ada matahari kembar," kata Mardani kepada wartawan, Jumat (11/4).

"Bagaimanapun, presiden kita Pak Prabowo dan Pak Prabowo sudah menunjukkan determinasinya, kapasitasnya, komitmennya, dan saya pikir Pak Prabowo juga tidak tersinggung ketika ada menterinya yang ke Pak Jokowi," sambungnya.

Tampilan Utama