JAKARTA – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid menilai bahwa elemen masyarakat sipil yang dipimpin oleh Eggi Sudjana Mastal untuk menggeruduk kantor rektorat Universitas Gadjah Mada (UGM), Fakultas Kehutanan aneh.
Menurutnya, jika tujuannya adalah untuk meminta agar UGM menunjukkan ijazah asli Fakultas Kehutanan atasnama Joko Widodo, maka hal itu jelas salah alamat.
“UGM tentu tidak menyimpan file ijazah asli Pak Jokowi. Jadi itu salah alamat menurut saya,” kata Habib Syakur kepada wartawan, Selasa (15/4/2025).
Ia menilai bahwa kelompok ini adalah barisan orang-orang yang telah frustasi dengan berbagai langkah yang telah dilakukan sejak 10 tahun lalu hanya untuk dapat menjatuhkan Jokowi.
Oleh sebab itu, persoalan isu ijazah palsu terus diamplifikasi demi merawat kebencian kepada seseorang yang secara politik tidak sejalan dengan visi misi mereka.
“Saya kira ada kebencian tersendiri yang dirawat, mulai dari sentimen kalah Pilpres sampai dibubarkannya Hizbut Tahrir dan FPI di era Pak Jokowi. Kebencian mereka terawat sampai sekarang, itu mungkin motif utamanya,” tutur Habib Syakur.
Jika pun kelompok masyarakat sipil tersebut hendak ingin melihat file asli ijazah Jokowi, tentu alamat yang tepat adalah kediaman pribadi Presiden Republik Indonesia ke 7 tersebut. Sebab, Jokowi lah yang tentu memiliki file asli tersebut.
“Kan kalau tujuannya ingin melihat keaslian file ijazah asli, mereka silaturrahmi aja ke rumah Pak Jokowi. Minta secara baik-baik sebagai tamu agar Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya. Itu kalau mereka punya akal sehat,” tandasnya.
Dengan demikian, ulama asal Malang Raya ini pun menilai bahwa isu soal ijazah palsu tersebut hanya akan menjadi konsumsi kelompok tertentu saja, publik secara luas tidak akan mudah terpengaruh dengan propaganda tersebut, sekalipun mereka menggeruduk kampus UGM di Yogyakarta.
“Tidak, ini kan viral di kalangan mereka sendiri. Banyak masyarakat yang waras nggak merespons. Artinya mereka sudah tahu mana isu yang pantas dikonsumsi dan mana yang sekadar angin lalu,” tukas Habib Syakur.
Sebelumnya diberitakan, bahwa kelompok aktivis dan pengacara pembela ulama yang dipimpin oleh Eggi Sudjana akan mendatangi rektorat Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta pada hari Selasa, 15 April 2025. Rencananya, akan ada 5 (lima) orang delegasi yang akan diterima oleh pihak dari Fakultas Kehutanan UGM.


