JAKARTA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa penggunaan moda transportasi umum untuk angkutan mudik Lebaran 2025 meningkat. Bahkan terjadi kenaikan hingga 8,5 persen.
“Total pengguna angkutan umum pada masa angkutan lebaran 2025 naik 8,5 persen dibanding masa angkutan lebaran 2024,” kata Dudy dalam kegiatan penutupan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2025 seperti dikutip Holopis.com, Minggu (13/4/2025).
Untuk perjalanan mudik 2024 atau tahun lalu, penggunaan moda transportasi umum sebanyak 25.349.916. Sementara untuk tahun 2025 ini mencapai 27.505.543 penumpang.
Moda Angkutan Jalan untuk perjalanan arus mudik Lebaran 2025 sebanyak 5.531.198 penumpang, naik 19,88 persen dari 2024 yaitu 4.614.068 penumpang; Moda Kereta Api sebanyak 8.293.362 penumpang, naik 3,24 persen dari 2024 yaitu 8.033.040 penumpang. Kemudian untuk Moda Angkutan Laut sebanyak 2.248.646 penumpang, naik 21,19 persen dari 2024 yaitu 1.855.544 penumpang; Moda Angkutan Udara sebanyak 5.608.370 penumpang, naik 0,56 persen dari 2024 yaitu 5.576.737 penumpang; dan Moda Penyeberangan sebanyak 5.823.967 Penumpang, naik 10,5 persen dari 2024 yaitu 5.270.527 penumpang.
Sementara jumlah orang yang melakukan perjalanan atau mobilitas intra dan antar provinsi se-Indonesia pada masa Lebaran 2025 sekitar 154,63 juta orang. Angka tersebut lebih besar 5,6 persen dari hasil survey potensi pergerakan Angkutan Lebaran 2025 sebanyak 146,67 juta orang.
Dari sisi keselamatan, berdasarkan data Integrated Road Safety Management System Korlantas Polri, kecelakaan lalu lintas pada Angleb 2025 tercatat turun 34,31 persen yoy menjadi sebanyak 4.640 kecelakaan dibandingkan dengan Angkutan Lebaran tahun 2024 sebanyak 7.064 kecelakaan.
Dengan demikian, Dudy menyampaikan rasa syukur bahwa pelaksanaan Mudik Lebaran 2025 ini bisa dianggap lebih baik dari tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, secara umum penyelenggaraan transportasi pada masa Angkutan Lebaran 2025 berjalan dengan lancar dan aman,” ucap Dudy.


