Bursa Lagi Suram, IHSG Sepekan Catatkan Kinerja Negatif

0 Shares

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup bervariasi selama perdagangan sepekan ini, yakni pada periode 8 – 11 April 2025.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan, bahwa IHSG selama sepekan terakhir ini melemah sebesar 3,82 persen dari perdagangan pekan sebelumnya.

- Advertisement -

“Pergerakan IHSG selama sepekan mengalami perubahan sebesar 3,82 persen, ditutup pada level 6.262,226 dari 6.510,620 pada pekan lalu,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip Holopis.com, Sabtu (12/4).

Sebagaimana dihimpun Holopis.com dari data BEI, peningkatan terjadi di berbagai indikator perdagangan saham pekan ini, dimana yang tertinggi terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini.

- Advertisement -

Tercatat, rata frekuensi transaksi harian pekan ini tercatat sebanyak 1,18 juta kali transaksi. Angka ini naik 16,16 persen dari rata-rata frekuensi transaksi harian pekan lalu yang tercatat hanya 1,02 juta kali transaksi.

Tak hanya itu, peningkatan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa pekan ini, yaitu sebesar 0,71 persen menjadi 18,90 miliar lembar saham dari 18,77 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Namun untuk kapitalisasi pasar BEI pada pekan ini mengalami penurunan sebesar 3,88 persen dari yang pada pekan sebelumnya tercatat mencapai Rp11.126 triliun, turun menjadi Rp10.695 triliun pada pekan ini.

Begitu pun dengan rata-rata nilai transaksi harian BEI, yang selama sepekan ini mengalami penurunan sebesar 20,38 persen menjadi Rp14,81 triliun, dari yang sebelumnya Rp18,60 triliun pada pekan lalu.

Investor asing pada akhir perdagangan kemarin mencatatkan nilai jual bersih Rp214,17 miliar. Namun, sepanjang 2025, investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp35,86 triliun.

“Adapun investor asing hari ini (red-Jumat kemarin) mencatatkan nilai jual bersih Rp214,17 miliar dan sepanjang tahun 2025 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp35,86 triliun,” pungkas Kautsar.

Sebagai tambahan informasi, bahwa perdagangan saham pekan ini diwarnai dengan adanya penyesuaian ketentuan mengenai ambang batas Auto Rejection Bawah (ARB) dan trading halt.

BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan penyesuaian tersebut pada pembukaan perdana perdagangan saham, setelah libur panjang Lebaran 2025, yakni pada Selasa (8/4).

Adapun pada kesempatan itu, BEI melakukan penyesuaian batasan ARB menjadi 15 persen untuk seluruh rentang harga bagi efek berupa saham pada Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru, kemudian Exchange-Traded Fund (ETF), serta Dana Investasi Real Estat (DIRE).

Tak hanya itu, BEI juga melakukan penyesuaian terhadap kebijakan trading halt, yakni dengan menaikkan ambang batas penurunan IHSG dari sebelumnya 5 persen menjadi 8 persen.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru