JAKARTA – Teroris Papua diduga masih memiliki sandera pasca membantai 11 pendulang emas di pedalaman Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan beberapa waktu lalu.
Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani mengungkapkan, setidaknya ada dua orang yang merupakan pasangan suami istri menjadi korban penyanderaan.
“Ada dugaan pasangan suami istri, yang sering dipanggil Tuan Dusun bernama Dani dan istrinya bernama Gebi, masih disandera KKB,” kata Faizal dalam keterangannya pada Kamis (10/4).
“Pasangan suami istri ini sebelumnya bersama-sama para pendulang lain,” imbuhnya.
Selain pasutri, Faizal mengatakan ada delapan orang pendulang emas lain dilaporkan terpisah dari rombongan dan belum diketahui keberadaannya.
Sebelumnya diberitakan, teroris Papua kembali melakukan serangan demi serangan baik kepada warga sipil maupun pihak keamanan yang ada di sejumlah wilayah Bumi Cenderawasih tersebut.
Dimana kali ini, juru bicara teroris Papua atau yang dicap OPM (organisasi Papua merdeka) Sebby Sambom mengklaim telah menembak 11 anggota TNI yang menyamar sebagai pendulang emas.
“Telah berhasil eksekusi mati sebelas (11) anggota Militer Pemerintah Indonesia yang menyamar sebagai pendulang emas di wilayah operasi TPNP,” ucap Sebby dalam pernyataan resminya.
Sebby menyebut, eksekusi ini telah dilakukan para kelompoknya mulai dari tanggal 6 hingga 8 April 2025 yang lalu.
“Selama tiga hari operasi, kami berhasil membunuh sebelas anggota Militer Pemerintah Indonesia dan tiga orang lainnya luka-luka,” klaimnya.
Sebby kemudian menyerukan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk tidak lagi mengirimkan pasukan TNI dengan berbagai cara penyamaran.
“Disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera hentikan pengiriman pasukan ke Papua untuk menjadikan mereka sebagai pendulang emas, tukang bangunan, tukang bakso dan sebagainya, dan itu kami akan bunuh,” ancamnya.


