JAKARTA – Tak terbantahkan lagi, Sir Alex Ferguson merupakan salah satu pelatih tersukses yang pernah dimiliki Manchester United.
Selama kepemimpinannya, dari 1986 sampai memutuskan pensiun pada 2013, juru taktik berkebangsaan Skotlandia itu telah memenangkan banyak trofi bersama Setan Merah. Baik di kompetisi domestik maupun zona Eropa seperti Liga Champions.
Sepeninggal Ferguson, Red Devils mengalami kemunduran pesat. Sejak 2013, Manchester United tak pernah lagi memenangkan Premier League.
Bahkan, pergantian nakhoda dari Erik ten Hag kepada Ruben Amorim pada November 2024 tak juga membawa perubahan yang berarti.
Musim ini, bisa dipastikan Manchester United kembali gagal dalam perburuan gelar kasta tertinggi Inggris. Soalnya, hingga pekan ke-31, tim yang bermarkas di Old Trafford masih terpaku di posisi ke-13 klasemen sementara Premier League 2024/2025 dengan torehan 38 poin.
Keterpurukan yang tiada berujung membuat fans di seluruh dunia merindukan masa-masa kejayaan tim kesayangan di bawah arahan Ferguson.
Meski bertabur trofi dan prestasi, Ferguson bukannya tanpa kesalahan. Ia blak-blakan soal kesalahan besar yang pernah dilakukannya selama menjadi bos di ruang ganti Setan Merah.
Menurut Ferguson, dirinya telah melakukan keputusan yang belakangan membuat menyesal. Itu terkait penjualan bek andalan Manchester United, Jaap Stam.
Jaap Stam yang bermain untuk Red Devils dari 1998 hingga 2001, dilepas ke klub Italia, Lazio, dengan mahar 16,5 juta.
“Pada saat itu, dia baru saja kembali dari cedera Achilles dan kami pikir dia sudah kehilangan sedikit kecepatannya,” kata Ferguson.
“Kami mendapat tawaran dari Lazio – 16,5 juta paun untuk seorang bek tengah berusia 29 tahun. Itu tawaran yang tak bisa saya tolak,” imbuh Ferguson sembari menambahkan kalau itu adalah sebuah kesalahan.
“Tapi, secara permainan, itu adalah kesalahan,” tukas Ferguson.
Terbukti, tak hanya di Lazio, Jaap Stam juga tampil ciamik saat meneruskan karier ke Milan dan Ajax.
Tak hanya Ferguson, legenda Manchester United, yang juga mantan rekan Jaap Stam, ikut mengenang keputusan Ferguson itu.
Dalam podcast Stick to Football, Neville mengungkapkan pendapatnya:
“Saat itu terjadi, itu benar-benar mengejutkan. Sungguh disayangkan bahwa [Jaap] hanya bermain untuk Manchester United selama tiga tahun. Kualitasnya sebagai bek tengah adalah salah satu yang terbaik yang pernah bermain di Premier League, apalagi di Manchester United,” ketus Neville.

