JAKARTA – Stroke merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia, termasuk di Indonesia. Kondisi ini terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu, baik karena sumbatan (stroke iskemik) maupun pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).
Ketika aliran darah ke otak terhenti, sel-sel otak akan mulai mati dalam hitungan menit. Itulah sebabnya stroke tergolong sebagai kondisi gawat darurat medis yang harus segera ditangani.
Aktor Ray Sahetapy, sosok yang telah menorehkan banyak prestasi di dunia seni peran Indonesia, diketahui meninggal dunia akibat komplikasi stroke pada 1 April 2025. Kabar duka ini menyadarkan publik akan pentingnya memahami dan mengenali gejala stroke sedini mungkin agar dapat mencegah dampak yang lebih fatal.
Gejala Stroke yang Harus Diwaspadai
Gejala stroke umumnya muncul secara mendadak dan bisa berkembang dengan sangat cepat. Beberapa tanda yang paling umum meliputi.
1. Kelemahan atau Kelumpuhan Mendadak di Wajah, Lengan, atau Kaki
Salah satu sisi tubuh biasanya mengalami kelemahan secara tiba-tiba. Sering kali, penderita stroke tidak bisa mengangkat salah satu tangan atau senyuman terlihat tidak simetris karena salah satu sisi wajah terkulai.
2. Kesulitan Berbicara dan Memahami Ucapan
Penderita stroke mungkin mengalami kesulitan dalam berbicara, berbicara tidak jelas, atau bahkan tidak bisa berbicara sama sekali. Selain itu, mereka mungkin juga kesulitan memahami apa yang dikatakan orang lain.
3. Gangguan Penglihatan Mendadak
Penglihatan menjadi kabur atau bahkan hilang, baik pada satu mata maupun kedua mata. Ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan tanpa rasa sakit.
4. Pusing, Hilang Keseimbangan, atau Kesulitan Berjalan
Stroke dapat menyebabkan gangguan koordinasi tubuh, sehingga seseorang bisa merasa pusing, kehilangan keseimbangan, atau mengalami kesulitan saat berjalan.
5. Sakit Kepala Hebat Mendadak Tanpa Sebab yang Jelas
Sakit kepala yang sangat parah dan terjadi tiba-tiba bisa menjadi tanda stroke, khususnya pada jenis stroke hemoragik (karena pecahnya pembuluh darah). Terkadang, gejala ini juga disertai dengan muntah atau kehilangan kesadaran.
Kenali Metode FAST
Untuk memudahkan mengenali gejala stroke, WHO dan organisasi kesehatan di berbagai negara menggunakan metode FAST sebagai panduan:
- F (Face drooping) : Apakah wajah terlihat terkulai pada satu sisi?
- A (Arm weakness) : Apakah salah satu lengan lemah atau sulit diangkat?
- S (Speech difficulty) : Apakah ucapan tidak jelas atau sulit dimengerti?
- T (Time to call emergency) : Jika ada gejala-gejala di atas, segera hubungi layanan medis darurat.
Pentingnya Penanganan Cepat
Setiap detik sangat berarti dalam kasus stroke. Semakin lama otak tidak mendapatkan suplai darah, semakin banyak jaringan otak yang rusak. Penanganan medis yang cepat bisa membantu mengurangi risiko cacat permanen bahkan menyelamatkan nyawa.
Stroke juga sering kali meninggalkan dampak jangka panjang, seperti kesulitan berbicara, lumpuh sebagian tubuh, atau gangguan memori. Dalam kasus seperti Ray Sahetapy, meskipun pernah mengalami stroke sebelumnya, komplikasi yang ditimbulkan bisa sangat serius dan akhirnya menyebabkan kematian.
Upaya pencegahan sangat penting untuk menghindari risiko stroke, termasuk mengendalikan tekanan darah, menjaga kadar kolesterol, berhenti merokok, rutin berolahraga, serta menjaga pola makan sehat.


